Metroikn, Balikpapan – Peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas belajar, tetapi juga kemampuan guru dalam menghadirkan pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan peserta didik.
Hal tersebut menjadi perhatian PT Interport Mandiri Utama bersama Indika Foundation melalui program peningkatan kapasitas guru SMP di Kota Balikpapan. Sebanyak 30 guru SMP mengikuti pelatihan numerasi yang digelar selama tiga hari, 15–17 Juli 2026, di Ballroom Hotel Pacific Balikpapan.
Pelatihan ini menyasar guru-guru SMP di sekitar wilayah operasional Interport dengan fokus memperkuat kemampuan pendidik dalam menerapkan pembelajaran numerasi yang lebih kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Perwakilan PT Interport Mandiri Utama, Ricky Aprilyanto, mengatakan program tersebut tidak langsung dimulai dari pelatihan, melainkan melalui proses asesmen untuk mengetahui kebutuhan pendidikan di tingkat sekolah.
Ricky mengatakan, Interport bersama Indika Foundation terlebih dahulu melakukan pemetaan dan berdiskusi dengan sekolah serta Dinas Pendidikan Kota Balikpapan untuk menentukan program yang paling dibutuhkan.
“Program ini sebenarnya sudah kami inisiasi sekitar enam bulan lalu. Kami melakukan asesmen terlebih dahulu untuk melihat apa yang menjadi kebutuhan para pembelajar dan guru,” jelasnya.
Dari hasil pemetaan tersebut, literasi dan numerasi menjadi dua aspek yang dinilai perlu mendapat perhatian. Namun, pada tahap awal, program difokuskan pada penguatan kemampuan numerasi guru.
“Dari hasil diskusi dengan SMP 21 dan Dinas Pendidikan, kami mendapatkan masukan bahwa literasi dan numerasi menjadi hal yang perlu dikembangkan,” katanya.
Ricky menjelaskan, salah satu dasar penguatan numerasi tersebut berasal dari evaluasi Rapor Pendidikan sekolah yang menunjukkan masih terdapat indikator yang perlu ditingkatkan.
“Kami melihat dari rapor pendidikan masing-masing sekolah, mana yang masih perlu diperbaiki. Ada beberapa yang berkaitan dengan numerasi, sehingga kami ingin membantu meningkatkan kapasitas guru agar ke depan bisa lebih baik,” jelasnya.
Ia menegaskan, program tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan selama tiga hari. Setelah kegiatan, para guru akan mendapatkan pendampingan untuk memastikan materi yang diperoleh dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah.
“Setelah kegiatan tiga hari ini, akan ada pendampingan kepada guru. Kami ingin melihat apakah materi yang diberikan benar-benar diterapkan dalam proses pembelajaran,” ujarnya.
Menurut Ricky, keberlanjutan program menjadi bagian penting agar pelatihan tidak hanya meningkatkan pengetahuan guru, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kualitas pembelajaran.
“Program kita memang sustain, berkelanjutan. Bukan hanya sekali berjalan, tetapi bagaimana bisa memberikan dampak bagi pendidikan di Kota Balikpapan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan Kota Balikpapan, Supriyani, mengapresiasi dukungan Interport dan Indika Foundation dalam memperkuat kompetensi tenaga pendidik.
Ia menilai tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan perubahan karakter peserta didik. Kondisi tersebut menuntut guru untuk terus meningkatkan kemampuan dan memperbarui metode pembelajaran.
“Dengan perkembangan teknologi dan perkembangan siswa, sumber daya manusia khususnya guru harus memiliki kompetensi yang terus ditingkatkan. Guru harus meng-upgrade ilmu pengetahuan agar tetap bisa mengawal anak-anak di zaman sekarang,” ujar Supriyani.

Menurutnya, peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu kunci dalam memperbaiki kualitas pendidikan, termasuk memperkuat kemampuan numerasi peserta didik.
Ia berharap para guru yang mengikuti pelatihan dapat menjadi penggerak perubahan di sekolah masing-masing dengan membagikan ilmu yang diperoleh melalui komunitas belajar maupun Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).
“Harapannya peserta ini bisa mengimbaskan kepada guru-guru yang lain, baik melalui komunitas belajar di satuan pendidikan maupun MGMP,” katanya.
Melalui program ini, Interport bersama Indika Foundation berharap peningkatan kapasitas guru dapat mendorong pembelajaran numerasi yang lebih menarik, aplikatif, dan mampu membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi tantangan masa depan.












