Hunian Pekerja IKN Punya 4 Tower Khusus Perempuan, Dilengkapi Security dan CCTV

IKN30 Dilihat

Metroikn, Nusantara – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya menyangkut gedung dan infrastruktur. Ribuan pekerja yang berada di balik pembangunan ibu kota baru itu juga membutuhkan tempat tinggal yang aman dan nyaman selama menjalankan tugas.

Kebutuhan tersebut diakomodasi melalui Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) yang menjadi tempat tinggal bagi pekerja konstruksi, petugas keamanan, tenaga kebersihan hingga pekerja pendukung lainnya.

Di kawasan tersebut, Otorita IKN menerapkan sejumlah aturan khusus untuk menjaga keamanan penghuni, termasuk menyediakan empat tower khusus perempuan dari total 35 tower yang tersedia.

Keempat tower itu berada di kawasan HPK 2 dan diperuntukkan bagi pekerja perempuan. Pemisahan hunian dilakukan untuk menjaga privasi sekaligus memberikan rasa aman bagi penghuni perempuan.

Pelaksana Tugas Direktur Pengelolaan Gedung, Kawasan, dan Perkotaan Otorita IKN, Cakra Nagara, mengatakan pengelolaan hunian disesuaikan dengan kebutuhan para pekerja yang tinggal di dalamnya.

“Penghuni HPK berasal dari berbagai profesi dan latar belakang. Karena itu, pengelolaan hunian kami rancang agar setiap penghuni merasakan keamanan dan kenyamanan. Lingkungan tempat tinggal yang aman akan membuat para pekerja dapat bekerja secara optimal,” ujar Cakra di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Kamis (23/7/2026).

Saat ini terdapat 4.302 pekerja yang tinggal di kawasan HPK. Sebanyak 716 di antaranya merupakan perempuan atau sekitar 16,6 persen, sedangkan 3.586 lainnya laki-laki atau 83,4 persen.

Untuk penghuni perempuan, Otorita IKN juga menempatkan petugas keamanan perempuan di area hunian. Pengaturan petugas housekeeping disesuaikan dengan gender dan lokasi kerja, sementara CCTV dipasang di sejumlah area publik untuk mendukung pengawasan.

Aturan keluar-masuk juga diberlakukan secara khusus di tower perempuan. Laki-laki tidak diperbolehkan memasuki area tersebut tanpa pendampingan petugas keamanan.

Petugas Keamanan Perempuan HPK 2, Nirwana, mengatakan aturan tersebut diterapkan untuk menjaga privasi dan kenyamanan penghuni.

“Kalau di tower perempuan, laki-laki itu tidak boleh masuk tanpa pengawalan oleh security. Peraturan itu dibuat agar penghuni nyaman, tertib dan aman,” ujar Nirwana.

Bagi pekerja perempuan yang tinggal di HPK, keberadaan hunian khusus tersebut memberikan rasa nyaman, terutama bagi mereka yang baru pertama kali datang ke IKN.

Sri, salah seorang penghuni HPK yang telah tinggal sekitar satu tahun, mengatakan dirinya sejak awal ditempatkan di area khusus perempuan.

“Sejak pertama datang saya memang langsung ditempatkan di area perempuan. Jadi selama tinggal di sini terasa lebih nyaman karena tidak bercampur dengan penghuni laki-laki,” ujar Sri.

Selama tinggal di HPK, Sri mengaku tidak pernah mengalami gangguan ketika beraktivitas di lingkungan hunian. Menurutnya, keberadaan petugas keamanan dan CCTV turut membuat penghuni merasa lebih terlindungi.

“Selama tinggal di sini saya tidak pernah mengalami gangguan. Keberadaan petugas keamanan dan CCTV cukup membantu menjaga lingkungan tetap aman. Kalau ada kejadian biasanya bisa ditelusuri melalui rekaman CCTV,” katanya.

Bagi Sri, rasa aman di tempat tinggal menjadi hal penting karena para pekerja membutuhkan waktu istirahat yang tenang setelah menjalankan aktivitas pembangunan.

“Semua orang tentu membutuhkan rasa aman,” tuturnya.

HPK sendiri tidak hanya menyediakan tempat tinggal. Kawasan hunian juga dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, antara lain kantin, masjid dan taman. Pengelolaannya dilakukan melalui sistem building management yang mencakup pengelolaan fasilitas, keamanan hingga layanan bagi penghuni.

Dengan jumlah pekerja perempuan yang mencapai lebih dari 700 orang, penyediaan hunian khusus menjadi salah satu cara untuk menjawab kebutuhan keamanan dan privasi selama mereka bekerja di kawasan pembangunan IKN.

Bagi Otorita IKN, pembangunan Nusantara tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur. Lingkungan tempat para pekerja tinggal selama membangun ibu kota baru juga menjadi bagian dari ekosistem pembangunan yang perlu mendapat perhatian.