Karhutla IKN Diduga Sengaja Dibakar, Pondok dan Jerigen BBM Ditemukan di Tengah Hutan

IKN22 Dilihat

Metroikn, Nusantara – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) memasuki tahap lebih serius. Selain menyiapkan operasi water bombing, Otorita IKN mengungkap adanya indikasi pembakaran yang diduga dilakukan untuk membuka lahan di kawasan konservasi Tahura Bukit Soeharto.

Indikasi tersebut ditemukan di salah satu lokasi karhutla di kawasan Bukit Tengkorak, Desa Sukomulyo. Di tengah kawasan hutan yang terbakar, tim menemukan jerigen berisi bahan bakar minyak (BBM) serta sejumlah pondok yang diduga digunakan oleh pelaku untuk beristirahat.

Temuan itu memperkuat dugaan bahwa kebakaran tidak semata terjadi karena faktor alam, tetapi berkaitan dengan aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar.

Direktur Ketenteraman dan Ketertiban Umum Otorita IKN Brigjen Pol F. Barung Mangera mengatakan, pondok-pondok tersebut ditemukan berada di tengah kawasan hutan yang menjadi lokasi penanganan karhutla.

“Ini lokasi dan pondok yang ditemui di tengah hutan dan digunakan oleh pelaku untuk beristirahat,” ujar Barung saat menunjukkan lokasi tersebut.

Di lokasi yang sama, Direktur Ketenteraman dan Ketertiban Umum OIKN juga melakukan penyiraman untuk membantu penanganan karhutla di kawasan Bukit Tengkorak, Desa Sukomulyo.

OIKN menyebut kebakaran yang terjadi terindikasi dilakukan oleh oknum yang memanfaatkan musim kemarau yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir untuk membuka lahan dengan cara dibakar.

Yang menjadi perhatian, lahan yang dibuka dan dibakar tersebut berada di kawasan konservasi Tahura Bukit Soeharto.

Melalui Satuan Tugas Penanggulangan Aktivitas Ilegal, OIKN juga telah menyampaikan laporan terkait dugaan pembakaran tersebut kepada aparat penegak hukum di Polda Kalimantan Timur.

OIKN berharap proses hukum dapat segera menemukan pihak yang bertanggung jawab sehingga terduga pelaku dapat ditetapkan sebagai tersangka apabila bukti dan unsur pidananya terpenuhi.

OIKN juga berharap pelaku dapat dijerat dengan pasal-pasal hukum yang sesuai, termasuk apabila dalam proses penyidikan ditemukan unsur pidana lain yang dapat dikenakan secara berlapis.

Meski demikian, hingga saat ini aparat penegak hukum masih melakukan penyelidikan terhadap lokasi yang terbakar maupun pihak yang diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran. Status hukum terhadap pihak yang dilaporkan masih menunggu hasil penyelidikan dan penyidikan.

Di tengah proses penegakan hukum tersebut, penanganan fisik karhutla di Bukit Tengkorak masih berlangsung.

Tim gabungan yang dipimpin Brigjen Pol F. Barung Mangera melibatkan Damkar OIKN, Satuan Polisi Pamong Praja OIKN dan jajaran Polresta IKN. Penanganan juga mendapat dukungan personel Lanud Dhomber Balikpapan.

Upaya pemadaman dilakukan bersamaan dengan penyiraman dan pembasahan area untuk mencegah api kembali menyala dan meluas.

Penanganan di lapangan ini menjadi bagian dari langkah lebih besar OIKN bersama BNPB, TNI Angkatan Udara, BMKG dan sejumlah pemangku kepentingan di Kalimantan Timur.

Sebelumnya, seluruh pihak tersebut menggelar rapat koordinasi penanggulangan karhutla di Lanud Dhomber, Balikpapan, Jumat (4/9/2026).

Rakor tersebut merupakan tindak lanjut surat Kepala Otorita IKN kepada BNPB terkait dukungan penanganan karhutla di area IKN.

Sebagai dukungan operasi, BNPB dan TNI AU telah menyiapkan helikopter Caracal di Lanud Dhomber untuk melakukan water bombing.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN Myrna A. Safitri mengatakan terdapat lima area yang menjadi prioritas pelaksanaan water bombing berdasarkan kondisi dan kebutuhan penanganan di lapangan.

“Area satu adalah area yang dikenal sebagai Bukit Tengkorak, di dalamnya masuk kawasan Tahura Bukit Soeharto dan sekitarnya. Area kedua adalah area sepanjang Bukit Merdeka sampai dengan Teluk Dalam di poros Samarinda–Balikpapan, yang di belakangnya adalah Jalan Tol Balsam. Lalu area ketiga adalah area Wonotirto arah Tanjung Harapan, area yang ada gambut tipisnya,” ujar Myrna seusai Rakor di Lanud Dhomber Balikpapan, Jumat (4/9/2026).

Lima titik prioritas tersebut yakni Bukit Tengkorak termasuk kawasan Tahura Bukit Soeharto dan sekitarnya, Bukit Merdeka, Teluk Dalam di sepanjang poros Samarinda–Balikpapan, Wonotirto, serta arah Tanjung Harapan.

Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi Danis A. Sumadilaga mengatakan operasi water bombing dijadwalkan mulai dilakukan Sabtu (5/9/2026).

“Insyaallah mulai besok (Sabtu, 5 September 2026) kita akan melakukan water bombing ke area-area yang menjadi prioritas,” kata Danis.

Menurut dia, operasi tersebut tidak hanya diarahkan untuk memadamkan titik api, tetapi juga membasahi kawasan yang berpotensi terbakar agar api tidak berkembang lebih luas.

“Makanya kita lakukan upaya pemadaman dan juga pembasahan agar tidak berkembang lebih lanjut,” ujarnya.

Dengan ditemukannya indikasi aktivitas pembakaran dan fasilitas yang diduga digunakan pelaku di tengah kawasan hutan, penanganan karhutla di sekitar IKN kini tidak hanya berkaitan dengan pemadaman.

Di satu sisi, api harus segera dikendalikan. Di sisi lain, dugaan pembakaran untuk membuka lahan di kawasan konservasi menjadi persoalan yang menunggu pembuktian aparat penegak hukum.