Upacara Penurunan Bendera di IKN, Pesan Kebersamaan Mengiringi Penutup HUT ke-81 RI

IKN19 Dilihat

Metroikn, Nusantara – Sang Merah Putih kembali diturunkan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Senin (17/8/2026) sore, menandai berakhirnya rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Nusantara.

Upacara Penurunan Bendera Merah Putih berlangsung khidmat dengan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono bertindak sebagai Inspektur Upacara. Jalannya prosesi dipimpin Kasi Intel Grup 4 Kopassus Kolonel Inf. Syaiful Arif sebagai Komandan Upacara dan Kolonel Ctm. Joni Kuswaryanto sebagai Perwira Upacara.

Penurunan bendera dilakukan Paskibra gabungan purna Paskibraka Kabupaten Kutai Kartanegara dan SMA Taruna Nusantara.

Tiga petugas yang menjalankan tugas tersebut yakni Noval Widiya Prasetya dari SMK Tunas Etam Tenggarong Seberang, Al Fatih Pasha Nurkolik dari SMA 1 Tenggarong, dan Frasmana Padilah dari SMK 1 Sebulu. Sementara pembawa baki dipercayakan kepada Nazifa Ramadhani Mulawarman dari SMAN 1 Kota Bangun.

Prosesi berlangsung lancar dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya dan ditutup dengan pembacaan doa oleh Kepala KUA Sepaku H. Abdul Rahman.

Sebelum prosesi penurunan bendera, suasana lapangan dihidupkan dengan pertunjukan Kesenian Rakyat Dalam Kebersamaan Kemerdekaan. Sejumlah kesenian ditampilkan, mulai dari Nusantara Voice, Tari dan Drama Kolosal Taruna Nusantara hingga Tarian Kolosal binaan Kedeputian Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN.

Usai upacara, Basuki mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang ikut menyukseskan seluruh rangkaian peringatan kemerdekaan di Nusantara.

Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya dipersiapkan sebagai seremoni peringatan HUT RI, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan antara pemerintah, mitra dan masyarakat dalam proses pembangunan IKN.

“Penyelenggaraan rangkaian kegiatan kemerdekaan di Nusantara ini terwujud berkat kerja sama yang baik serta dukungan dari para mitra dan masyarakat. Semua ini kita siapkan bukan sekadar untuk seremoni, melainkan untuk memperkuat rasa kebersamaan dalam membangun ibu kota baru,” ujar Basuki.

Optimisme terhadap perkembangan IKN juga disampaikan Tokoh Persekutuan Dayak Kalimantan Timur Prof. Dr. Ir. Paulus Matius. Ia menilai pembangunan Nusantara terus menunjukkan perkembangan dengan tetap membawa konsep kota hutan dan memperhatikan kearifan lokal Kalimantan.

“Sebagai kota hutan (forest city), penghijauan dengan jenis tanaman asli daerah serta penguatan budaya lokal akan menjadikan Nusantara magnet wisata budaya yang kuat di tingkat internasional,” ujar Paulus.

Menurutnya, pembangunan IKN sejak awal perlu terus menjaga keseimbangan antara pembangunan kawasan, ekosistem hutan dan identitas budaya masyarakat Kalimantan.

Penurunan Sang Merah Putih sore itu pun menjadi penutup rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Nusantara. Dari upacara, pertunjukan budaya hingga keterlibatan masyarakat, seluruh rangkaian membawa pesan yang sama: pembangunan ibu kota baru tidak hanya membutuhkan infrastruktur, tetapi juga kebersamaan dan keterlibatan masyarakat.