Hampir 2 Bulan Sumur Warga Kering, Pertamina Patra Niaga Salurkan 4.000 Liter Air ke PPU

METROPOLIS35 Dilihat

Metroikn, Penajam Paser Utara – Sumur warga di Desa Gunung Intan, Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara (PPU), sudah hampir dua bulan mengering akibat kemarau panjang. Di tengah kondisi itu, bantuan air minum, tandon, masker hingga obat-obatan disalurkan untuk warga yang terdampak.

PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Refinery Unit Balikpapan bersama Baitul Munzalan Indonesia (BMI) Balikpapan menyalurkan bantuan ke Desa Gunung Intan dan Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu, PPU.

Bantuan yang diberikan terdiri dari 4.000 liter air minum, 2.050 masker bedah karet, empat masker filter, tiga tandon berkapasitas 1.200 liter beserta peralatan pendukung, serta obat-obatan.

Penyaluran dilakukan langsung di kantor desa masing-masing pada Selasa (15/9/2026).

Kepala Desa Gunung Intan, Mukhtar, mengatakan kondisi kekeringan sudah dirasakan warga selama hampir dua bulan. Bantuan tandon dan air minum dinilai membantu memenuhi kebutuhan warga di tengah sulitnya mendapatkan air.

“Kami sangat terbantu dengan adanya bantuan tandon air dan air minum. Sudah hampir 2 bulan sumur warga kering. Terima kasih Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balikpapan dan Baitul Munzalan Indonesia yang sudah peduli dengan kondisi kami,” ungkap Mukhtar.

Selain persoalan air bersih, warga PPU juga menghadapi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan selama periode kemarau panjang.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT PPN RU Balikpapan, Dodi Yapsenang, mengatakan bantuan tersebut diberikan untuk membantu kebutuhan warga yang terdampak kondisi kemarau dan kebakaran hutan dan lahan.

“Kami turut prihatin atas dampak El Nino sangat dirasakan masyarakat PPU, mulai dari krisis air bersih hingga meningkatnya kabut asap karena kebakaran hutan lahan. Melalui bantuan ini, Pertamina Patra Niaga RU Balikpapan hadir untuk meringankan beban masyarakat. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk terus hadir mendampingi masyarakat, terutama di saat kondisi darurat seperti ini,” ujar Dodi.

Penyaluran bantuan dilakukan bersama relawan BMI Balikpapan. Relawan ikut turun langsung ke desa untuk membantu memastikan bantuan diterima masyarakat yang membutuhkan.

Perwakilan BMI Balikpapan, Adhittia, mengatakan pihaknya bersama Pertamina turun langsung ke lokasi untuk menyalurkan bantuan.

“Alhamdulilah, bersama Pertamina Refinery Unit Balikpapan kami bisa langung turun ke desa-desa untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan. Kolaborasi ini adalah gotong royong kita bersama untuk membantu saudara kita yang terdampak bencana El Nino,” ungkap Adhittia.

Bantuan tersebut juga mencakup masker dan obat-obatan sebagai bagian dari penanganan kebutuhan warga di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Penyaluran bantuan merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PPN RU Balikpapan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Pertamina menyebut bantuan tersebut juga berkaitan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), terutama pada aspek sosial. Program ini turut dikaitkan dengan pencapaian SDGs 3 tentang kesehatan, SDGs 6 tentang air bersih dan sanitasi layak, SDGs 13 tentang penanganan perubahan iklim, serta SDGs 17 tentang kemitraan.

Dengan bantuan air minum dan tandon, kebutuhan air warga di dua desa tersebut diharapkan dapat terbantu selama kondisi kemarau masih berlangsung.