Usai Kabel Dicuri, Pemkot Samarinda Pasang CCTV di Jembatan Mahkota II

METROPOLIS30 Dilihat

Metroikn, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda memperketat pengamanan di kawasan Jembatan Achmad Amins (Mahkota II) setelah aksi pencurian kabel penerangan jalan berulang kali terjadi. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemasangan empat kamera pengawas (CCTV) yang akan memantau seluruh akses masuk jembatan selama 24 jam.

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda, Suparmin, mengatakan proses pengadaan perangkat saat ini sudah berjalan dan tinggal menunggu penyelesaian dari pihak penyedia sebelum dipasang di lapangan.

“Pengadaan CCTV sudah berproses dan kontraknya juga telah berjalan. Sekarang tinggal penyelesaian dari penyedia sebelum dilakukan pemasangan,” ujarnya, Senin (6/7/2026).

Empat kamera akan ditempatkan di seluruh pintu masuk Jembatan Mahkota II, yang selama ini dinilai menjadi titik paling rawan terhadap aksi pencurian.

“Lokasinya berada di pintu-pintu masuk jembatan. Kalau tidak ada kendala, pemasangan ditargetkan mulai Agustus,” katanya.

Pemasangan CCTV merupakan tindak lanjut evaluasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) setelah kasus pencurian kabel menyebabkan lampu penerangan di sepanjang jembatan padam. Dalam rapat bersama Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP), setiap instansi diminta menyusun langkah konkret agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Menurut Suparmin, pencurian tersebut menimbulkan kerugian cukup besar karena kabel yang hilang mencapai beberapa kilometer. Selain berdampak pada padamnya penerangan jalan, proses pemulihan juga membutuhkan waktu karena harus melalui tahapan pengadaan material dan pekerjaan pemasangan kembali.

Di sisi lain, Dinas Perhubungan Kota Samarinda telah menyiapkan anggaran sekitar Rp900 juta untuk mengganti jaringan kabel yang hilang sekaligus memulihkan seluruh lampu penerangan di Jembatan Mahkota II.

Tak hanya mengandalkan CCTV, Diskominfo juga mulai menyiapkan pengembangan sistem pengawasan berbasis early warning system. Teknologi ini dirancang mampu mendeteksi aktivitas mencurigakan dan mengirimkan notifikasi secara otomatis kepada petugas agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

“Ke depan kami ingin sistem ini tidak hanya merekam, tetapi juga mampu memberikan peringatan ketika ada aktivitas yang mencurigakan di kawasan jembatan,” jelas Suparmin.

Ia menambahkan, sistem pengawasan tersebut nantinya akan terhubung dengan jaringan serat optik dan Video Management System (VMS) milik Diskominfo sehingga pemantauan dapat dilakukan secara terpusat.

Melalui penguatan sistem keamanan berbasis teknologi dan percepatan pemulihan penerangan jalan, Pemkot Samarinda berharap aset publik di Jembatan Mahkota II lebih terlindungi sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melintas di salah satu akses penting kota tersebut.