Kolaborasi Pemkab Paser dan Nestlé Hijaukan Pesisir dengan 60 Ribu Mangrove

METROPOLIS35 Dilihat

Metroikn, Paser – Pemerintah Kabupaten Paser bersama Yayasan Hutan Tropis (YHT) dan Nestlé Indonesia memulai rehabilitasi kawasan pesisir melalui penanaman mangrove di lahan seluas 20 hektare di Desa Modang, Kecamatan Kuaro. Program ini menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir di wilayah selatan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sebanyak 60 ribu pohon mangrove ditargetkan ditanam secara bertahap. Penanaman diawali dengan bibit Rhizophora mucronata, jenis mangrove yang banyak tumbuh di kawasan pesisir Kabupaten Paser.

Kepala Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Kabupaten Paser, Khozinatul Asror, mengatakan proses pemeliharaan mangrove akan melibatkan Komunitas Masyarakat Peduli Mangrove Kabupaten Paser agar tanaman dapat tumbuh optimal.

“Kami juga dibantu Komunitas Masyarakat Peduli Mangrove Kabupaten Paser untuk pemeliharaannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Pengiriman Berkelanjutan Nestlé Indonesia, Maruli Sitompul, menyebut penanaman mangrove merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus membantu pencapaian target rehabilitasi mangrove nasional.

“Kami ingin membantu melestarikan ekosistem pesisir dan mendukung target nasional rehabilitasi mangrove,” katanya.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Paser, Rudiansyah, menilai rehabilitasi mangrove membutuhkan kolaborasi berbagai pihak karena memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pesisir serta mengurangi risiko abrasi dan kerusakan lingkungan.

Hal senada disampaikan Sekretaris Umum Yayasan Hutan Tropis (YHT), Dean Yuliandra Affandi. Menurutnya, keberhasilan rehabilitasi tidak hanya ditentukan oleh proses penanaman, tetapi juga pengelolaan dan pemeliharaan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat.

Selain penanaman, kegiatan tersebut juga diikuti warga dan pelajar sebagai bagian dari edukasi mengenai pentingnya mangrove dalam melindungi kawasan pesisir sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem.