Metroikn, Jakarta – Menjaga keselamatan pekerja selama pembangunan infrastruktur listrik menjadi salah satu aspek yang dinilai dalam ajang HSSE Award 2026. PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) meraih Juara Terbaik II kategori Zero Accident Proses Bisnis Proyek Ketenagalistrikan melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 4 (UPP KLT 4).
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Kategori Zero Accident menilai sejumlah aspek penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), termasuk kemampuan mempertahankan nihil kecelakaan kerja selama minimal tiga tahun berturut-turut. Penilaian juga mencakup penerapan Contractor Safety Management System (CSMS), patroli keselamatan, pelaporan kejadian hampir celaka (near miss), serta keterlibatan manajemen dan seluruh bidang dalam pengawasan keselamatan.
Manager PLN UPP KLT 4, Ismail Hartanto Kartojo, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama tim proyek dan mitra pelaksana dalam mengidentifikasi potensi bahaya serta mengendalikan risiko pekerjaan.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh tim dan mitra pelaksana proyek yang senantiasa mengutamakan keselamatan. Kami terus mengedepankan pendekatan pencegahan melalui pengawasan rutin, identifikasi potensi risiko, serta evaluasi berkelanjutan agar setiap pekerjaan dapat dilaksanakan secara aman dan terkendali,” ujar Ismail.
General Manager PLN UIP KLT, Dewanto, menyebut keselamatan pekerja menjadi bagian dari ukuran keberhasilan pembangunan proyek, selain ketepatan waktu dan kualitas pekerjaan.
“Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk terus menjaga keselamatan dalam setiap proses pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Bagi PLN, keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari ketepatan waktu dan kualitas pekerjaan, tetapi juga dari bagaimana seluruh pekerja dapat menjalankan tugas dengan aman dan kembali ke rumah dalam keadaan selamat,” kata Dewanto.
Ia juga mendorong penerapan budaya Beyond Safety, yakni menjadikan keselamatan sebagai kesadaran dan tanggung jawab bersama, bukan sebatas pemenuhan prosedur kerja.
“Kami terus mendorong penerapan budaya Beyond Safety melalui penguatan pengawasan, kepatuhan terhadap standar K3, serta keterlibatan aktif seluruh jajaran manajemen dan mitra kerja. Keselamatan harus menjadi nilai yang melekat dalam setiap keputusan dan aktivitas pekerjaan,” tambahnya.
PLN UIP KLT menyatakan akan melanjutkan penguatan penerapan K3, termasuk pengelolaan keselamatan kontraktor melalui CSMS serta pelaporan potensi bahaya secara proaktif.
Penghargaan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga aspek keselamatan dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang mendukung sistem listrik di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara.









