Warga Gunung Sari Ulu Disiapkan Hadapi Kondisi Darurat, Ini Dukungan PLN

METROPOLIS60 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Kesiapan menghadapi bencana tidak cukup hanya mengandalkan petugas. Warga dan relawan di tingkat kelurahan juga perlu memahami cara mengenali bahaya, melakukan penanganan awal, serta berkoordinasi ketika keadaan darurat terjadi.

Upaya itu dilakukan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) melalui Program Desa Siaga Bencana 2026 di Kelurahan Gunung Sari Ulu, Kecamatan Balikpapan Tengah, Balikpapan, Senin (26/10/2026).

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli tersebut, warga mendapat edukasi mengenai mitigasi bencana, bahaya kelistrikan, serta kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat. PLN juga memberikan sejumlah sarana kebencanaan untuk mendukung kesiapan relawan di tingkat kelurahan.

Bantuan yang disalurkan meliputi alat pemadam api ringan (APAR), tandon air, perangkat radio komunikasi, serta perlengkapan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sarana tersebut diharapkan dapat menunjang kesiapan relawan Kelurahan Tangguh Bencana (KATANA), terutama dalam mendukung koordinasi dan penanganan awal saat terjadi keadaan darurat.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Gunung Sari Ulu itu, PLN menghadirkan narasumber dari tim keselamatan, kesehatan kerja, lingkungan, dan keamanan PLN Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 1 (UPP KLT 1), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan, serta Puskesmas Gunung Sari Ulu.

Materi yang diberikan mencakup pencegahan bahaya kelistrikan, mitigasi dan penanganan awal bencana, serta langkah yang perlu dipahami masyarakat ketika menghadapi situasi darurat.

Manager Perizinan dan Komunikasi PLN UIP KLT, Riskal Majid, mengatakan kesiapsiagaan perlu dibangun melalui pengetahuan dan keterampilan warga, bukan hanya penyediaan peralatan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada jajaran pemerintah kecamatan, kelurahan, dan seluruh relawan KATANA yang telah berkolaborasi bersama PLN. Kami mengapresiasi semangat kebersamaan dan kepedulian seluruh pihak dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat. Kolaborasi ini menjadi modal penting agar masyarakat semakin siap, tanggap, dan mampu menghadapi berbagai risiko bencana,” ujar Riskal.

Menurut dia, pengetahuan yang diperoleh masyarakat perlu diterapkan dan dibagikan kepada warga lainnya agar kesiapsiagaan tidak berhenti setelah kegiatan pelatihan selesai.

“Harapan kami, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat terus diterapkan serta dibagikan kepada masyarakat lainnya. Dengan kesiapan yang dibangun bersama, risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan,” tambahnya.

Program Desa Siaga Bencana juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas relawan KATANA melalui pelatihan, penyusunan prosedur tanggap darurat, dan dukungan sarana kebencanaan. Program ini turut memperhatikan kebutuhan kelompok rentan serta mendorong keterlibatan perempuan dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat.

Lurah Gunung Sari Ulu, Rendra Hermawan, menyambut baik dukungan tersebut. Kolaborasi pemerintah, relawan, PLN, BPBD, dan tenaga kesehatan diharapkan memperkuat koordinasi serta kemampuan warga dalam menghadapi kondisi darurat.

Melalui program ini, PLN UIP KLT mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih tangguh dan mandiri dalam menghadapi risiko bencana. Kesiapan warga di tingkat kelurahan menjadi salah satu unsur penting untuk mendukung penanganan awal sebelum bantuan lanjutan tiba.