Menunggu Tanpa Jawaban, Aksi 21 April Pecah Ricuh di Depan Kantor Gubernur

KALTIM56 Dilihat

Metroikn, Samarinda – Aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada Selasa, 21 April 2026, yang semula berlangsung damai, berakhir ricuh.

Massa yang sebelumnya bergerak dari Gedung DPRD Kaltim tiba di lokasi sekitar siang hari dan langsung menggelar orasi secara terbuka. Mereka menyuarakan berbagai tuntutan sambil menunggu respons dari pemerintah provinsi.

Namun hingga sore, tidak ada satu pun perwakilan yang menemui peserta aksi. Situasi mulai berubah ketika beredar informasi bahwa Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, berada di dalam kantor, tetapi tidak keluar untuk menemui massa.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan yang perlahan berubah menjadi ketegangan.

“Kami sudah menunggu lama, bahkan dengar beliau ada di dalam, tapi tidak ada yang keluar. Itu yang membuat suasana jadi panas,” ujar salah satu peserta aksi, Ray (22).

Memasuki malam, situasi di lapangan mulai memanas. Aparat kepolisian kemudian mengambil langkah pembubaran dengan menggunakan water cannon sekitar pukul 18.30 WITA.

Sebagian massa memilih mundur, namun sebagian lainnya tetap bertahan di sekitar kawasan dekat Bank Indonesia. Ketegangan pun tak terhindarkan, ditandai dengan aksi saling dorong hingga lempar antara massa dan petugas.

Puncak kericuhan terjadi sekitar pukul 19.30 hingga 20.00 WITA, sebelum akhirnya massa dipukul mundur dan situasi perlahan kembali terkendali.

Peristiwa ini menjadi sorotan, karena aksi yang awalnya berjalan tertib berubah ricuh akibat tidak adanya respons langsung dari pemerintah, meski massa telah menunggu berjam-jam di depan kantor gubernur.