Sentuhan Kartini di SPBU MT Haryono, Pertamina Hadirkan Apresiasi untuk Perempuan

METROPOLIS124 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Suasana berbeda terasa di SPBU COCO 61.761.03 Jalan MT Haryono, Balikpapan, Selasa, 21 April 2026. Momentum Hari Kartini dimanfaatkan PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan untuk menghadirkan kejutan kecil yang berkesan bagi para pengendara perempuan.

Satu per satu pengendara yang melakukan pengisian BBM menerima bunga dan goodie bag dari petugas. Interaksi hangat pun tercipta, menghadirkan senyum di tengah aktivitas harian yang biasanya berjalan rutin.

Tak hanya menyasar konsumen, apresiasi juga diberikan kepada para pekerja perempuan di SPBU. Dari total 23 pekerja, sembilan di antaranya merupakan operator perempuan yang berada di garis depan pelayanan. Di hari spesial ini, mereka tampil mengenakan kebaya, memperkuat nuansa Kartini yang sarat makna emansipasi dan budaya.

Sales Branch Manager 1 Fuel Kalimantan Timur, Hasan Ritonga, mengatakan peringatan ini menjadi cara sederhana untuk menghargai peran perempuan yang terus aktif di berbagai bidang.

“Melalui momentum Hari Kartini ini, kami ingin memberikan apresiasi kepada para perempuan yang terus berperan aktif di berbagai bidang. Semangat Kartini kami harapkan dapat terus menjadi inspirasi untuk melangkah maju, menghadirkan energi positif, dan berkontribusi bagi masyarakat serta Indonesia,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun. Ia menilai peringatan Kartini juga menjadi refleksi penting dalam mendorong kesetaraan dan ruang berkembang bagi perempuan di dunia kerja.

“Kami melihat perempuan memiliki peran yang semakin kuat, termasuk di garis depan pelayanan seperti di SPBU. Momentum ini menjadi pengingat bahwa Pertamina terus mendorong lingkungan kerja yang inklusif, sekaligus memberikan ruang bagi perempuan untuk berkembang dan berkontribusi secara optimal,” ungkapnya.

Kegiatan sederhana ini memperlihatkan bagaimana peringatan Hari Kartini tidak hanya dimaknai secara seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang dekat dengan masyarakat.