Metroikn, Balikpapan – Keselamatan kerja di industri pertambangan kini tak lagi dipandang sebatas kewajiban regulasi. Di tengah tingginya risiko operasional dan tuntutan produksi, aspek keselamatan mulai ditempatkan sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan.
Perubahan cara pandang itu terlihat dalam rangkaian Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series Balikpapan 2026, di mana pelaku industri mulai mendorong sistem keselamatan kerja yang lebih modern, terintegrasi, dan berbasis teknologi.
PT Wahana Safety Indonesia (WSI) menjadi salah satu exhibitor yang menampilkan berbagai solusi keselamatan kerja dalam ajang tersebut. Mulai dari alat pelindung diri (APD), sistem proteksi jatuh (fall protection), gas detector, hingga perlengkapan kerja di area berisiko tinggi seperti ruang terbatas (confined space).
Sales & Marketing Director PT Wahana Safety Indonesia, Fransiskus B. Hermanto, mengatakan perusahaan-perusahaan di sektor industri, khususnya pertambangan, kini mulai melihat keselamatan kerja dari perspektif yang lebih luas.
“Banyak perusahaan saat ini mulai melihat keselamatan dari perspektif yang berbeda. Bukan hanya soal kepatuhan terhadap regulasi, tetapi bagaimana keselamatan dapat membantu menjaga produktivitas dan memastikan operasional berjalan dengan baik. Pada akhirnya, keselamatan dan kinerja bisnis berjalan beriringan,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam beberapa tahun terakhir kebutuhan terhadap solusi keselamatan berbasis teknologi terus meningkat, mulai dari sistem deteksi gas, real-time monitoring, hingga berbagai perangkat proteksi kerja lainnya di sektor dengan tingkat risiko tinggi.
Langkah preventif, menurutnya, menjadi semakin penting untuk menekan potensi insiden yang dapat berdampak langsung terhadap produktivitas maupun keberlanjutan operasional perusahaan.
Sementara itu, di area pameran, Business Development Manager PT Wahana Safety Indonesia, Bobby Suhaimi, juga memaparkan sejumlah produk keselamatan kerja yang dibawa perusahaan.
Ia menjelaskan, kebutuhan industri saat ini semakin spesifik, mulai dari absorbent untuk penanganan tumpahan minyak dan bahan kimia, sistem lockout-tagout (LOTO) untuk prosedur perawatan alat, hingga gas detector untuk pekerjaan di ruang terbatas.
“Di sini ada beberapa produk teknikal seperti Loctite, absorbent untuk tumpahan oli atau asam, kemudian ada oil boom, granular untuk bahan kimia, lalu juga LOTO atau lockout-tagout untuk prosedur safety saat shutdown atau maintenance,” kata Bobby.
Ia juga menekankan pentingnya penggunaan gas detector sebelum pekerja memasuki area terbatas guna memastikan kondisi benar-benar aman.
“Kalau masuk confined space itu wajib pakai gas detector untuk memastikan area aman atau tidak. Untuk pekerjaan di ketinggian juga ada fall protection seperti harness, lanyard, dan SRL,” ujarnya.
Selain itu, WSI turut menghadirkan perlengkapan lain seperti helm keselamatan, kacamata safety, sarung tangan industri, hingga sepatu safety merek Allsafe produksi dalam negeri yang dibuat di Bekasi dan telah memenuhi standar keselamatan terbaru.
Produk tersebut dilengkapi fitur seperti shock absorber, perlindungan anti minyak dan licin, serta proteksi benturan, dan telah tersertifikasi SNI.
“Sepatu safety kita produksi lokal di Bekasi. Kualitasnya bisa bersaing dengan produk impor karena sudah mengikuti standar terbaru dan bersertifikasi,” katanya.
Menurut Bobby, produk WSI kini telah digunakan di berbagai sektor industri, mulai dari pertambangan, migas, hingga industri umum, termasuk sejumlah perusahaan nasional.
Partisipasi dalam IEE Series Balikpapan 2026 juga membuka ruang interaksi langsung dengan pelaku industri dan memperluas peluang kerja sama baru.
“Event ini sangat bagus, ramai, dan sesuai ekspektasi. Banyak pengunjung dari sektor tambang, migas, dan industri lain yang datang langsung ke booth kami,” ujarnya.
Dari rangkaian pameran ini terlihat bahwa keselamatan kerja kini tidak lagi berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari transformasi industri yang bergerak ke arah efisiensi, teknologi, dan keberlanjutan operasional.









