IEE Series Balikpapan 2026 Tampilkan Masa Depan Tambang: Drone, AI, dan Operasi Berkelanjutan

METROPOLIS56 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Pemanfaatan teknologi drone atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kian meluas di sektor pertambangan. Kehadiran teknologi ini bukan hanya meningkatkan efisiensi dan akurasi operasional, tetapi juga menjadi bagian dari dorongan menuju industri yang lebih modern dan ramah lingkungan.

Hal itu mengemuka dalam seminar bertajuk “Digital Eyes on the Mine: Leveraging UAVs and AI for Smarter Monitoring in Mining Operations” yang digelar dalam rangkaian Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series Balikpapan 2026 di BSCC Dome Balikpapan, Kamis (11/6/2026).

Presiden Direktur PT Carsurin UAV Solutions, Muharam Zamzam, mengatakan teknologi drone kini menjadi solusi atas berbagai tantangan di lapangan, mulai dari kebutuhan pengukuran area tambang hingga keterbatasan metode konvensional yang kerap membutuhkan penghentian operasional alat berat.

Menurutnya, penggunaan drone membuat proses pemantauan area tambang bisa dilakukan lebih cepat, aman, dan efisien. Dalam satu kali penerbangan sekitar 15 menit, drone mampu menjangkau area luas hingga puluhan hektare dengan hasil data yang lebih akurat.

“Data yang dihasilkan bersifat objektif dan bisa digunakan untuk banyak kebutuhan operasional, mulai dari pengukuran stockpile, pemantauan progres tambang, sampai reklamasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan drone kini juga mulai diakui dalam sistem pelaporan resmi di sektor pertambangan, termasuk untuk kebutuhan reklamasi yang sudah diakomodasi dalam regulasi terkait mineral dan batu bara.

Tidak berhenti di situ, data yang dihasilkan drone kini juga diolah menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Melalui sistem berbasis cloud, perusahaan dapat memantau kondisi jalan tambang, volume material, progres produksi, hingga aspek keselamatan kerja dalam waktu yang jauh lebih singkat.

“Data yang akurat harus dimanfaatkan lebih jauh. Dengan AI, perusahaan bisa mengambil keputusan lebih cepat dan tepat berdasarkan kondisi aktual di lapangan,” katanya.

Sementara itu, Deputy Director PT Pamerindo Indonesia, Hanung Hanindito, menilai teknologi yang ditampilkan dalam IEE Series Balikpapan 2026 menunjukkan arah baru industri yang mulai bergerak ke sistem yang lebih efisien sekaligus lebih ramah lingkungan.

Ia menyebut, berbagai inovasi yang hadir tidak hanya fokus pada peningkatan produktivitas, tetapi juga mendukung pengurangan emisi dan efisiensi energi.

“Industri mulai bergerak ke arah yang lebih hijau. Banyak teknologi yang ditampilkan sudah lebih advance, mulai dari forklift elektrik, genset berbasis baterai, sampai berbagai solusi digital untuk efisiensi operasional,” ujar Hanung.

Menurutnya, transformasi digital dan transisi menuju industri rendah emisi kini berjalan beriringan. Drone dan AI menjadi salah satu contoh nyata bagaimana teknologi bisa mendorong produktivitas tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan.

Ia juga menilai tingginya antusiasme pengunjung IEE Series Balikpapan 2026 menjadi tanda bahwa pelaku industri terus mencari solusi dan inovasi baru untuk menjawab tantangan sektor energi dan pertambangan ke depan.

“IEE Series kami harapkan menjadi platform untuk bertukar teknologi, memperluas jaringan bisnis, dan mendorong kolaborasi industri di Kalimantan Timur maupun Indonesia Timur,” tutupnya.