AFC Women’s Football Day 2026: Saat Kartini Muda Berani Main Bola di IKN

IKN211 Dilihat

Metroikn, Nusantara – Lapangan Sepak Bola PSSI Training Center Ibu Kota Nusantara (IKN) dipenuhi energi berbeda pada Selasa, 21 April 2026. Bukan hanya riuh permainan, tetapi semangat baru dari ratusan anak perempuan yang untuk pertama kalinya merasakan atmosfer sepak bola secara langsung.

Sebanyak 140 siswi dari tingkat SD hingga SMP di wilayah delineasi IKN ambil bagian dalam AFC Women’s Football Day 2026. Sejak pagi, mereka berlarian di lapangan, mencoba menggiring bola, hingga merasakan pengalaman bermain dalam suasana yang selama ini identik dengan laki-laki.

Momentum ini sengaja dipilih bertepatan dengan Hari Kartini, sebagai simbol keberanian perempuan untuk mengambil ruang, termasuk di dunia olahraga.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Asian Football Confederation (AFC), PSSI, dan Otorita IKN dalam mendorong sepak bola putri sejak usia dini. Tak sekadar bermain, para peserta juga mendapatkan pengalaman membangun kepercayaan diri dan keberanian tampil.

Legenda sepak bola Indonesia sekaligus Direktur Teknik PSSI Provinsi Kalimantan Timur, Jacksen F. Thiago, menekankan pentingnya menciptakan ruang yang inklusif bagi anak perempuan.

“Hari ini kita menggelar sebuah event yang berhubungan dengan Hari Kartini. Bagaimana kita menciptakan sebuah environment untuk putri kita di usia tersebut (kelompok U-12) agar bisa enthusiast menjadi bagian dari dunia sepak bola,” ujarnya.

Antusiasme juga dirasakan para pendamping. Masriah, guru dari SD 011 Samboja Barat, mengaku terkesan dengan fasilitas yang ada sekaligus berharap kegiatan serupa terus berlanjut.

“Saya baru pertama ke sini (PSSI Training Center IKN), fasilitasnya cukup baik. Dari kegiatan ini, tentu semoga kegiatan ini tidak terputus dan dapat berlanjut ke depannya,” ulasnya.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, yang membuka langsung kegiatan ini, menegaskan bahwa sepak bola putri kini bukan lagi sekadar hiburan, melainkan bagian dari kompetisi dan prestasi.

“Sebelumnya sepak bola putri hanya untuk lucu-lucu, sekarang kita dapat berpartisipasi untuk kompetisi. Di Kalimantan Timur, saya menyampaikan akan mendukung pengembangan sepak bola untuk kemajuan di wilayah ini. Saya sudah bilang ke Pak Jacksen F. Thiago untuk membuat kalender event di Kalimantan Timur. Kita harus olahraga, bukan hanya untuk kesehatan, tetapi juga untuk prestasi,” tegas Basuki.

Ia juga menyebut nama Megawati sebagai contoh atlet perempuan Indonesia yang mampu menembus level internasional, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani bermimpi.

Semangat kesetaraan juga ditegaskan melalui pesan Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, yang disampaikan oleh Alimuddin selaku Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN.

“Kita bersama-sama merayakan AFC Women’s Football Day sekaligus hari kartini yang mengajarkan kita kesetaraan. Kita juga didukung oleh para pelatih, bukan hanya pria, tetapi termasuk lima pelatih wanita. Ini merupakan komitmen PSSI dalam mendorong kemajuan sepak bola wanita sesuai dengan nilai-nilai, salah satunya dari ibu kita, RA Kartini,” tutupnya.