DLH Samarinda Kerahkan 200 Personel Bersihkan Sampah Usai Aksi 214

METROPOLIS36 Dilihat

Metroikn, Samarinda – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda bergerak melakukan pembersihan di sejumlah titik usai aksi demonstrasi yang berlangsung di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur dan Kantor DPRD Kaltim pada Selasa, 21 April 2026.

Pembersihan dilakukan setelah situasi dinyatakan aman dan massa aksi membubarkan diri. Proses ini berlangsung pada malam hari dengan melibatkan sekitar 200 personel yang terdiri dari petugas kebersihan, tim taman, operator armada, hingga penyapu jalan.

Pelaksana Tugas Kepala DLH Samarinda, Suwarso, mengatakan seluruh tim langsung diterjunkan begitu kondisi di lapangan dinyatakan kondusif.

“Setelah kondisi dinyatakan zona hijau, tim langsung bergerak menggunakan armada dan sweeper. Kami upayakan semaksimal mungkin agar area depan kantor gubernur dan DPRD segera bersih kembali,” ujarnya.

DLH menerapkan pola pembersihan pasca-aksi atau post action cleaning, yakni petugas baru masuk setelah massa benar-benar meninggalkan lokasi.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Samarinda, Muhammad Taufiq Fajar, menjelaskan langkah ini dilakukan agar proses pembersihan lebih efektif tanpa terhambat aktivitas massa.

Di sejumlah titik, termasuk kawasan Jalan Teuku Umar, petugas telah menyiapkan sekitar 60 karung sampah sebagai langkah antisipasi. Pembersihan tidak hanya difokuskan di lokasi utama aksi, tetapi juga mencakup jalur yang dilalui massa seperti kawasan Islamic Center Samarinda dan Teras Samarinda.

“Petugas kami langsung masuk untuk sterilisasi agar residu pembakaran dan sampah botol plastik segera tertangani,” jelas Taufiq.

Adapun jenis sampah yang paling banyak ditemukan didominasi botol minuman, sisa makanan, serta residu pembakaran ban. DLH memastikan seluruh kawasan terdampak telah kembali bersih sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan normal.

Melalui kejadian ini, DLH juga mengimbau para peserta aksi untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya. Upaya tersebut dinilai penting agar proses pembersihan pasca demonstrasi dapat berlangsung lebih cepat dan kawasan publik tetap terjaga.