Metroikn, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda mulai mempersiapkan revitalisasi sistem penerangan jalan umum (PJU) di Jembatan Achmad Amins atau Mahkota II. Melalui Dinas Perhubungan (Dishub), anggaran sekitar Rp900 juta disiapkan untuk mengembalikan fungsi lampu penerangan di sepanjang jembatan yang belakangan dikeluhkan masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan proyek tersebut kini memasuki tahap persiapan dan tinggal menunggu terbitnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Perubahan sebelum proses lelang dimulai.
“Anggarannya sekitar Rp900 juta dan sudah kami siapkan tahun ini. Sekarang tinggal menunggu DPA perubahan, setelah itu baru masuk proses lelang,” ujarnya, Selasa (7/7/2026).
Menurut Manalu, seluruh anggaran difokuskan untuk memulihkan fungsi lampu penerangan jalan yang tidak lagi beroperasi. Revitalisasi ini tidak mencakup pemasangan lampu dekoratif ataupun ornamen pencahayaan.
“Seluruh anggaran itu digunakan untuk revitalisasi lampu PJU di sepanjang jembatan, bukan untuk lampu tematik atau pencahayaan estetika,” katanya.
Ia menjelaskan, sistem penerangan yang akan dibangun juga memperhatikan aspek keamanan konstruksi. Seluruh instalasi lampu akan dipasang pada tiang penyangga tersendiri sehingga tidak membebani struktur utama Jembatan Mahkota II.
Skema tersebut dipilih agar kondisi konstruksi tetap terjaga sekaligus memudahkan proses pemeliharaan apabila di kemudian hari diperlukan perbaikan jaringan penerangan.
Revitalisasi PJU menjadi salah satu langkah pemerintah merespons keluhan masyarakat terkait minimnya pencahayaan di Jembatan Mahkota II. Selama beberapa waktu terakhir, padamnya sejumlah lampu membuat beberapa ruas jembatan gelap pada malam hari dan memunculkan kekhawatiran terhadap potensi kecelakaan maupun gangguan keamanan.
“Perbaikan ini menjadi prioritas karena keluhan masyarakat terus kami terima. Harapannya, setelah pekerjaan selesai, penerangan di Jembatan Mahkota kembali optimal sehingga masyarakat bisa melintas dengan lebih aman dan nyaman,” pungkas Manalu.









