Metroikn, Pegunungan Bintang – Aparat gabungan masih berjibaku melakukan evakuasi korban dan pengejaran pelaku pasca pembunuhan terhadap para pendulang emas di Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Hingga Jumat (22/5/2026), sedikitnya 10 orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Namun jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah lantaran sejumlah pendulang emas dilaporkan masih bersembunyi di kawasan hutan sekitar lokasi kejadian.
Di tengah proses pencarian, petugas menghadapi medan berat berupa kawasan hutan lebat dan akses terbatas menuju titik lokasi. Jalur tercepat menuju area kejadian diketahui justru melalui Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel.
Karena sulitnya medan, proses evakuasi dilakukan dengan metode pembukaan jalur atau babat hutan menuju titik lokasi. Pos aju dan titik evakuasi sementara juga dipusatkan di Tanah Merah guna mempercepat mobilisasi personel gabungan.
Berdasarkan hasil investigasi awal dan analisis video yang beredar, pelaku diduga merupakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Batalyon Yamue pimpinan Ronald Hiluka alias Dejang Hiluka.
Kelompok tersebut diperkirakan berjumlah sekitar 15 orang dengan persenjataan berupa satu pucuk senjata jenis AR-15 dan beberapa senjata api rakitan.
Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama unsur Forkopimda Kabupaten Boven Digoel kini terus melakukan koordinasi untuk mendukung proses pengamanan wilayah, penyelidikan, hingga percepatan evakuasi korban.
Selain mengevakuasi korban meninggal dunia, aparat juga masih melakukan pencarian terhadap warga yang dilaporkan selamat namun bertahan di dalam hutan sejak insiden terjadi pada 18 Mei 2026 di area penambangan emas Distrik Awimbon.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan seluruh personel akan memaksimalkan proses penyelamatan dan pengejaran terhadap kelompok pelaku.
“Fokus utama kami saat ini adalah menyelamatkan korban selamat, mengevakuasi para korban meninggal dunia, serta melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku secara profesional dan terukur,” ujar Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani.
Ia mengatakan kondisi geografis yang berat menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan di lapangan sehingga seluruh personel diminta tetap mengedepankan keselamatan selama bertugas.
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pendulangan maupun penambangan ilegal di wilayah rawan konflik tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pendulangan atau penambangan ilegal di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi karena sangat berisiko terhadap keselamatan,” kata Kombes Pol. Adarma Sinaga.
Menurutnya, kawasan tersebut merupakan wilayah hutan lindung yang selama ini kerap menjadi lokasi gangguan keamanan oleh kelompok kriminal bersenjata.
Di sisi lain, Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, serta mendukung proses penanganan yang sedang dilakukan petugas di lapangan,” ujar Kombes Pol. Yusuf Sutejo.
Aparat menilai wilayah tersebut memiliki tingkat risiko keamanan yang tinggi. Selain berada di kawasan hutan lindung dan tidak memiliki aktivitas resmi, lokasi itu juga kerap menjadi area aksi teror, penganiayaan, hingga pembunuhan oleh kelompok kriminal bersenjata.









