Sektor IKM Kubar Serap 3.559 Tenaga Kerja Lokal

Metroikn, Sendawar – Sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kabupaten Kutai Barat mencatatkan tren pertumbuhan positif dengan menyerap 3.559 tenaga kerja lokal hingga akhir 2025. Penyerapan tenaga kerja ini ditopang oleh bertambahnya jumlah unit usaha yang kini mencapai 2.264 unit, naik dari 2.244 unit pada 2024.

Pertumbuhan aktivitas industri pengolahan skala rumahan dan menengah tersebut menjadi salah satu penopang diversifikasi ekonomi daerah, sekaligus mengurangi ketergantungan pada sektor ekstraktif, seperti pertambangan batu bara dan perkebunan sawit skala korporasi.

Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menyatakan pemerintah daerah berkomitmen memperluas ruang pemberdayaan masyarakat agar unit-unit usaha mandiri di kampung mampu berkembang dan memiliki daya saing berkelanjutan.

“Pengembangan UMKM juga terus didorong melalui fasilitasi peningkatan kualitas produk, pemasaran, sumber daya manusia, desain, teknologi, digitalisasi usaha, kemudahan akses permodalan serta pengadaan peralatan dan pelatihan bagi pelaku usaha,” ujar Frederick saat Upacara Peringatan HUT ke-27 Kutai Barat di Alun-alun Itho Sendawar, Kamis (5/11/2026).

Langkah Pemerintah Kabupaten Kutai Barat tersebut mendapat apresiasi dari para pelaku usaha lokal.

Mery (38), salah satu perajin anyaman rotan dan kriya khas Dayak di Barong Tongkok, mengaku pelatihan desain dan kemudahan akses permodalan yang difasilitasi pemerintah daerah berdampak langsung terhadap omzet serta penambahan tenaga kerja di tempat produksinya.

“Kemarin kan kita ada ikut pelatihan kemasan dan fasilitasi pameran dari pemerintah sangat membantu kami memperluas pasar ke luar daerah. Sekarang pesanan makin stabil, dan kami bisa merekrut lebih banyak ibu rumah tangga di kampung untuk ikut menganyam sehingga mereka punya penghasilan tambahan,” tutur Maria.

Senada dengan itu, Rahman (42), pelaku usaha olahan pangan lokal berbahan komoditas perkebunan di Sendawar, menilai program pendampingan digitalisasi usaha membuka peluang pasar baru.

“Dulu kami hanya mengandalkan penjualan langsung di pasar lokal. Setelah dibimbing soal izin usaha, standar halal, dan pemasaran digital, produk kami bisa masuk ke toko modern hingga pesanan daring antarprovinsi. Kami sangat merasakan komitmen nyata bupati dalam mendorong UMKM lokal agar mandiri,” pungkas Rahman. (Adv)