Pemkab Kubar Tuntaskan Pembangunan 101,5 Km Jalan Antarkampung Sepanjang 2026

Metroikn, Sendawar – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menuntaskan pembangunan jalan antarkampung dan lingkungan permukiman sepanjang 101,5 kilometer serta dua unit jembatan selama tahun anggaran 2026. Capaian tersebut melanjutkan pembangunan pada tahun sebelumnya yang mencapai 110 kilometer jalan dan tiga unit jembatan.

Bupati Kutai Barat Frederick Edwin mengatakan, pembangunan infrastruktur tersebut turut meningkatkan tingkat kemantapan jalan kabupaten menjadi 73,26 persen dari total panjang jalan 1.523,45 kilometer. Selain itu, Indeks Kualitas Layanan Infrastruktur (IKLI) daerah mencapai 64,80 persen. Peningkatan kemantapan jalan menjadi salah satu indikator perkembangan penanganan infrastruktur di Kutai Barat.

Menurutnya, intervensi anggaran infrastruktur diarahkan untuk membuka keterisolasian wilayah pedalaman sekaligus memangkas biaya logistik hasil pertanian masyarakat menuju pusat perdagangan. Akses jalan yang lebih baik juga dibutuhkan agar warga lebih mudah menjangkau fasilitas umum, seperti pasar, puskesmas, dan sekolah. Pembangunan tersebut diharapkan mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat sehari-hari.

“Pembangunan jalan dilakukan baik untuk konektivitas antarkampung maupun jalan lingkungan permukiman. Pemerintah daerah secara bertahap terus menangani ruas jalan yang belum mantap,” ujar Frederick saat Upacara Peringatan HUT ke-27 Kutai Barat di Alun-alun Itho Sendawar, Kamis (5/11/2026).

Peningkatan akses transportasi tersebut disambut positif warga di wilayah penerima manfaat. Johan (47), warga Kampung Linggang Bigung, mengungkapkan pembangunan dan pengerasan jalan lingkar antarkampung telah memangkas waktu tempuh warga menuju fasilitas publik. Kondisi jalan yang lebih baik juga membantu warga membawa hasil kebun, terutama saat hujan.

“Sebelum jalan ini dibangun dan disemenisasi, warga sering kesulitan mengeluarkan hasil panen karet dan sayur saat musim hujan karena kubangan lumpur. Sekarang perjalanan menuju pasar induk maupun puskesmas jauh lebih cepat dan aman bagi anak-anak sekolah. Kami sangat bersyukur program ini terealisasi tepat sasaran,” ungkapnya.

Pemkab Kutai Barat menargetkan kelanjutan pembangunan infrastruktur dengan cakupan lebih luas pada 2027 melalui pagu anggaran sebesar Rp1,2 triliun. Program tersebut mencakup pembangunan 120 kilometer jalan, delapan unit jembatan, serta penyelesaian bentang Jembatan Aji Tullur Jejangkat (ATJ). Rencana tersebut melanjutkan penanganan konektivitas yang telah dilakukan dalam dua tahun terakhir.

Pemerintah daerah berharap pembangunan lanjutan dapat memperluas akses antarkampung, memperlancar mobilitas warga, serta memperkuat hubungan kawasan produksi dengan pusat perdagangan dan pelayanan di berbagai wilayah pedalaman. (Adv)