Lima Kampung di Kubar Jadi Lokasi Percontohan Kebun Sawit Rakyat

Metroikn, Sendawar – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menetapkan lima kampung sebagai lokasi percontohan pengembangan perkebunan kelapa sawit rakyat terpadu guna mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem di wilayah pedalaman. Kelima lokasi tersebut meliputi Kampung Linggang Mapan, Long Iram Bayan, Kelian Luar, Balok Asa, dan Sakaq Tada.

Program percontohan ini menyasar 172 kepala keluarga (KK) yang tercatat dalam kelompok desil 1 berdasarkan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Melalui program tersebut, pemerintah daerah berupaya memberikan akses usaha produktif kepada keluarga penerima manfaat agar memiliki sumber penghasilan yang dapat dikembangkan dalam jangka panjang.

Bupati Kutai Barat Frederick Edwin mengatakan, pemerintah daerah menyiapkan lahan produktif siap tanam seluas 64 hektare lengkap dengan paket sarana produksi pertanian. Bantuan tersebut meliputi 44.720 bibit kelapa sawit unggul, 20.780 kilogram pupuk, racun rumput, hingga ratusan unit alat semprot.

Penyediaan lahan dan sarana produksi tersebut diharapkan dapat mengurangi kendala awal yang dihadapi masyarakat dalam memulai usaha perkebunan. Dengan dukungan bibit dan kebutuhan perawatan tanaman, keluarga penerima manfaat memiliki bekal untuk mengelola lahan secara produktif sesuai peruntukannya.

Ia menegaskan bahwa bantuan terstruktur ini bukan sekadar santunan sosial sesaat, melainkan modal usaha jangka panjang agar warga penerima manfaat dapat berdaya dan mandiri secara ekonomi.

“Setiap anggaran dan program pembangunan harus benar-benar memberikan manfaat nyata, tepat sasaran dan dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Kutai Barat,” kata Edwin saat menyampaikan pidato pada puncak peringatan HUT ke-27 Kabupaten Kubar di Alun-alun Itho Sendawar, Kamis (5/11/2026).

Edwin menambahkan, keterlibatan aktif masyarakat lokal menjadi kunci keberhasilan program kebun rakyat ini. Pendampingan dan pemanfaatan bantuan secara berkelanjutan diperlukan agar lahan yang disiapkan dapat dikelola secara produktif oleh keluarga penerima manfaat.

Dengan kepemilikan aset tanaman produktif secara mandiri, keluarga yang masuk kelompok desil 1 diharapkan memiliki sumber penghasilan jangka panjang sekaligus meningkatkan kemampuan ekonomi rumah tangga. Program ini juga diarahkan untuk membuka peluang usaha di tingkat kampung dan membantu memutus rantai kemiskinan antargenerasi di wilayah masing-masing.

(Adv)