Cakupan Akses Air Minum Layak di Kutai Barat Tembus 63,86 Persen

Metroikn, Sendawar – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mencatat cakupan akses air minum layak telah menjangkau 63,86 persen penduduk hingga 2026. Capaian ini ditopang layanan perpipaan PDAM Tirta Sendawar dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pedesaan.

Distribusi akses tersebut berasal dari sambungan perpipaan PDAM Tirta Sendawar sebesar 39,56 persen dan SPAM Pedesaan sebesar 24,3 persen. Sementara itu, kebutuhan air minum masyarakat di wilayah pedalaman lainnya dipenuhi secara bertahap melalui fasilitas hidran umum, sumur air tanah terlindungi, air permukaan, dan instalasi penampungan air.

Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menyebut perluasan jaringan pipa dan penguatan sarana air minum menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah untuk mendukung kesehatan masyarakat serta menekan angka tengkes (stunting) sejak dari rumah tangga.

“Capaian ini menunjukkan kemajuan, namun kita tidak boleh berpuas diri. Pemerataan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan hingga pemenuhan air bersih ke wilayah pedalaman harus terus menjadi perhatian bersama,” tegas Frederick dalam pidato HUT ke-27 Kutai Barat di Alun-alun Itho Sendawar, Kamis (5/11/2026).

Direktur Perumda Air Minum Tirta Sendawar, Untung Surapati, mengatakan pihaknya terus berupaya menambah kapasitas instalasi pengolahan air (IPA) serta meremajakan jaringan pipa distribusi sekunder untuk menjangkau permukiman baru.

“Kami berkomitmen penuh menerjemahkan visi bupati dalam pemerataan layanan dasar. Target kami adalah mempersempit kesenjangan akses antarkecamatan dengan mengoptimalkan intake yang ada, menambah sambungan rumah tangga baru bersubsidi, dan menjaga kontinuitas suplai air bersih agar tetap mengalir 24 jam dengan standar kualitas layak konsumsi,” ujarnya.

Terkait kendala teknis saat kemarau ekstrem, seperti terhentinya operasi PDAM Muara Nayan di Kecamatan Jempang akibat menyusutnya air baku, manajemen PDAM memastikan langkah penanganan darurat tetap berjalan melalui pengerahan armada tangki air gratis.

“Untuk wilayah Jempang dan sekitarnya yang terdampak kekeringan sumber air baku, kami bersama Dinas PUPR terus mendistribusikan armada mobil tangki air bersih langsung ke kampung-kampung terdampak. Bersamaan dengan itu, kami sedang mengkaji pencarian titik sumber air baku alternatif yang lebih stabil agar pelayanan jaringan perpipaan di wilayah hilir bisa segera pulih dan tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem,” jelasnya.

Warga menyambut positif upaya pemerintah daerah dan PDAM tersebut. Entus (34), warga Kampung Tanjung Isuy, mengaku keberadaan SPAM dan bantuan suplai air tangki saat kondisi darurat sangat membantu masyarakat pedalaman ketika musim kemarau panjang.

“Masuknya instalasi air bersih dan kiriman tangki darurat sangat membantu kami, terutama saat air danau menyusut drastis. Kami berharap jaringan pipa tersier bisa segera disambung langsung ke rumah-rumah warga secara merata,” kata Antonius. (Adv)