Metroikn, Penajam – Mengantisipasi potensi kemarau panjang pada 2027 akibat fenomena El Nino Godzilla, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka meninjau Embung Lawe-Lawe.
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk melihat potensi pengembangan embung, khususnya melalui rencana perluasan dan pendalaman kolam retensi seluas 17 hektare yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai cadangan air baku.
Langkah ini menjadi perhatian menyusul kondisi kemarau yang terjadi sepanjang 2026. Saat itu, PPU mengalami keterbatasan pasokan air baku yang berdampak terhadap pelayanan air bersih kepada masyarakat. Kondisi ini menjadi bahan evaluasi agar persoalan serupa tidak kembali terulang pada musim kemarau mendatang yang diperkirakan terjadi pada Maret 2027.
Ketua Fraksi Demokrat DPRD PPU, Bijak Ilhamdani, meminta pemerintah daerah mulai mempersiapkan langkah antisipasi sejak sekarang. Hal ini diperlukan agar penyediaan dan penguatan infrastruktur air bersih tidak baru dilakukan saat musim kemarau tiba, sehingga masyarakat tidak terkendala krisis air bersih.
Menurutnya, potensi kemarau panjang pada 2027 harus menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah perlu menyiapkan berbagai kebutuhan pendukung agar ketersediaan air baku tetap terjaga dan pelayanan kepada masyarakat tidak kembali terganggu.
“Pemda harus mulai menyiapkan dan mengantisipasi kebutuhan infrastruktur air bersih untuk menghadapi potensi kemarau pada 2027 mendatang. Jangan sampai persoalan keterbatasan air baku seperti yang terjadi tahun ini kembali berdampak pada masyarakat,” ucapnya pada Senin (2/11/2026).
Bijak mengakui, kondisi fiskal daerah saat ini masih menghadapi keterbatasan anggaran. Namun, hal tersebut diharapkan tidak menghambat perencanaan pembangunan infrastruktur air bersih yang telah diusulkan di Embung Lawe-Lawe, mengingat air merupakan kebutuhan dasar masyarakat PPU.
Ia menyatakan dukungannya terhadap rencana perluasan dan pendalaman Embung Lawe-Lawe. Program tersebut dinilai perlu segera dicanangkan agar pemerintah daerah memiliki persiapan yang lebih matang dalam menghadapi potensi kemarau panjang.
Menurutnya, keberadaan embung sebagai tempat penampungan cadangan air baku menjadi salah satu aspek penting untuk menjaga keberlangsungan pasokan air bersih di Kabupaten PPU.
“Kami mendukung rencana pengusulan perluasan Embung Lawe-Lawe ini agar bisa segera dicanangkan. Meskipun kondisi fiskal daerah terbatas, kebutuhan air bersih masyarakat harus tetap menjadi perhatian,” tegasnya.
Melalui peninjauan tersebut, DPRD PPU berharap rencana pengembangan Embung Lawe-Lawe dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah bersama Perumda Air Minum Danum Taka. Dengan demikian, upaya penguatan cadangan air baku dapat dipersiapkan lebih awal sebelum memasuki musim kemarau 2027. (Adv)









