Metroikn, Sendawar – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menuntaskan perbaikan 157 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta membangun tiga unit rumah baru bagi warga berpenghasilan rendah sepanjang tahun anggaran 2026. Capaian ini melanjutkan program pemenuhan hunian layak yang pada 2025 telah merealisasikan renovasi 236 rumah dan subsidi 55 unit rumah baru.
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin mengatakan, program bantuan perumahan tersebut menyasar perbaikan struktur atap, lantai, dan dinding, serta penyediaan sanitasi sehat guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat hingga ke tingkat kampung.
Menurutnya, pemerataan hunian layak merupakan bagian mendasar dari pemenuhan hak masyarakat, selain sektor pendidikan dan kesehatan.
“Tujuan akhir pembangunan adalah terwujudnya kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan dalam berbagai aspek kehidupan,” ujar Frederick saat Upacara HUT ke-27 Kutai Barat di Alun-alun Itho Sendawar, Kamis (5/11/2026).
Selain penanganan RTLH reguler, Frederick menambahkan, pemerintah kabupaten juga merealisasikan pembangunan 21 unit rumah baru bagi warga korban bencana alam di Kampung Tering Lama Ulu, Tering Lama, Tering Baru, Muara Beloan, dan Benggeris, serta merehabilitasi 49 unit rumah rusak.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kutai Barat Florensius Steven menjelaskan, intervensi perumahan tersebut dijalankan melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Program ini menjadi bagian dari implementasi visi dan misi kepala daerah yang tertuang dalam RPJMD Kutai Barat Tahun 2025–2029.
Menurut Florensius, program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah agar rumah yang semula tidak layak huni berubah menjadi tempat tinggal yang aman, sehat, dan layak ditempati.
“Program ini bersifat swadaya bersama pemerintah. Pemerintah memberikan bantuan berupa dana stimulan, sedangkan pelaksanaannya bertumpu pada prakarsa, keswadayaan, dan semangat gotong royong masyarakat,” jelas Florensius.
Florensius memaparkan, pada Tahun Anggaran 2026 Pemkab Kutai Barat mengalokasikan anggaran perbaikan hunian dengan target 177 unit rumah yang tersebar di sembilan kecamatan dan 26 kampung serta kelurahan. Melalui BSPS, pemkab berharap semakin banyak keluarga menempati hunian berkualitas sekaligus memperkokoh kohesi sosial warga.
Manfaat bantuan perumahan ini dirasakan langsung oleh Deni (49), warga penerima bantuan di Barong Tongkok. Ia mengaku kondisi tempat tinggal keluarganya kini jauh lebih aman dan terlindung dari cuaca ekstrem. (Adv)









