Metroikn, Bontang – Upaya memperkuat pasokan listrik di Kota Bontang terus dipercepat. PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur sedang mengakselerasi pembangunan Gardu Induk 150 kV Bontang Lestari beserta Saluran Udara Tegangan Tinggi jalur Bontang Lestari Incomer 2 Phi.
Proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur teknis. Kehadirannya menjadi langkah strategis untuk menggantikan peran Trafo Mobile 30 MVA yang selama ini digunakan sebagai solusi sementara. Dengan sistem yang lebih permanen, keandalan listrik di Bontang ditargetkan meningkat signifikan.
General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, bahkan turun langsung meninjau progres di lapangan pada Kamis 16 April. Didampingi jajaran PLN UPP KLT 3 dan mitra kerja, ia memastikan setiap tahapan konstruksi berjalan sesuai standar kualitas dan target waktu.
“Pembangunan infrastruktur ini adalah prioritas untuk memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Bontang. Kami ingin memastikan tidak ada hambatan, karena keandalan listrik adalah kunci utama penggerak ekonomi warga,” tegas Basuki.
Menurutnya, listrik yang stabil bukan hanya menopang kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri dan UMKM. Karena itu, setiap potensi kendala harus diantisipasi sejak awal melalui koordinasi lintas pihak.
Di tengah percepatan proyek, PLN menegaskan tetap mengedepankan prinsip keselamatan kerja dan lingkungan. Basuki mengingatkan seluruh tim pelaksana, termasuk mitra KSO PT Hasta Prajatama dan PT Mahameru Energi Semesta, agar tidak mengorbankan aspek keselamatan demi mengejar target.
“Kami ingin menghadirkan infrastruktur yang andal. Pengawasan optimal dan kolaborasi solid adalah harga mati agar manfaat listrik ini bisa segera dirasakan oleh masyarakat luas di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Dengan pengawasan yang diperketat dan kolaborasi yang terus diperkuat, proyek GI 150 kV Bontang Lestari dan SUTT pendukungnya diharapkan rampung sesuai target. Kehadirannya menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem kelistrikan sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi yang lebih luas di Kalimantan Timur.









