Karhutla di Samboja Dekati Kawasan Rehabilitasi Orang Utan, Pertamina Turun Bantu Penanganan

METROPOLIS40 Dilihat

Metroikn, Samboja – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di perbatasan Kelurahan Karya Merdeka dan Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, berada tak jauh dari kawasan rehabilitasi orang utan.

Kondisi ini membuat proses pemadaman tak sekadar berhadapan dengan ancaman meluasnya api, tetapi juga harus mencegah kobaran memasuki kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) yang menjadi bagian dari kawasan penting bagi konservasi satwa.

Karhutla tersebut ditangani secara bersama oleh Manggala Agni Kecamatan Samboja, Polsek Samboja, Yayasan Jejak Pulang, dan masyarakat setempat pada Selasa (1/9/2026).

Tim menghadapi medan yang cukup berat, akses menuju sejumlah titik api yang terbatas, serta paparan asap selama proses penanganan.

Di tengah kondisi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Kalimantan menyalurkan bantuan berupa masker dan vitamin untuk petugas, relawan, serta masyarakat yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun mengatakan bantuan tersebut diberikan untuk mendukung kondisi kesehatan mereka yang berada di lapangan sekaligus membantu upaya penanganan di sekitar kawasan konservasi.

“Kami mengapresiasi petugas, relawan, dan masyarakat yang telah bekerja bersama dalam kondisi medan yang cukup berat serta paparan asap selama proses penanganan. Melalui bantuan masker dan vitamin ini, kami berharap dapat membantu menjaga kondisi kesehatan mereka selama bertugas di lapangan,” ujar Edi.

Menurut Edi, posisi lokasi kebakaran yang berbatasan dengan kawasan konservasi membuat penanganan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar api tidak meluas.

“Penanganan karhutla membutuhkan sinergi yang kuat. Upaya mencegah api memasuki kawasan konservasi sekaligus menjaga keselamatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus hadir dan mendukung langkah-langkah kolaboratif dalam menghadapi kondisi kedaruratan di sekitar wilayah operasional,” tambahnya.

Perwakilan Yayasan Jejak Pulang, Amran, mengatakan kedekatan titik kebakaran dengan kawasan rehabilitasi orang utan menjadi salah satu perhatian utama dalam penanganan.

“Hal yang paling kami khawatirkan adalah apabila api sampai memasuki kawasan KHDTK dan mendekati area rehabilitasi. Kondisi medannya cukup berat sehingga penanganan harus dilakukan bersama-sama. Bantuan masker dan vitamin sangat membantu petugas serta relawan yang harus bekerja dalam waktu cukup lama di tengah paparan asap,” ujar Amran.

Ia menyebut kolaborasi lintas pihak menjadi penting untuk menghadapi ancaman karhutla, terutama di wilayah yang memiliki nilai konservasi dan menjadi habitat maupun kawasan rehabilitasi satwa.