Harga Pangan Dijaga Tetap Terjangkau, DPTPH Kaltim Gencarkan GPM Setiap Bulan

METROPOLIS34 Dilihat

Metroikn, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) terus menggencarkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap mudah dijangkau.

Program yang digelar secara berkala tersebut menjadi salah satu instrumen pengendalian inflasi daerah melalui penyediaan berbagai komoditas pokok dengan harga di bawah harga pasar.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DPTPH Kaltim, Amaylia Dina Widyastuti, mengatakan GPM merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga kelancaran distribusi pangan sekaligus meningkatkan keterjangkauan masyarakat terhadap kebutuhan pokok.

“Gerakan Pangan Murah merupakan langkah pemerintah untuk menekan inflasi sekaligus memastikan distribusi pangan berjalan lancar hingga masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.

Dalam setiap pelaksanaan GPM, masyarakat dapat memperoleh berbagai komoditas seperti beras SPHP Bulog, beras premium, tepung terigu, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, bawang putih, cabai, telur ayam ras, daging ayam, daging sapi dan kerbau, ikan, hingga aneka sayur serta buah lokal.

Amaylia menjelaskan seluruh komoditas yang dipasarkan mengacu pada ketentuan pemerintah, baik melalui Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Pembelian (HAP). Dengan mekanisme tersebut, harga pangan diharapkan tetap terkendali dan lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

“Seluruh harga yang diterapkan mengacu pada regulasi pemerintah sehingga masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang wajar dan terjangkau,” katanya.

Meski pemerintah tengah menerapkan efisiensi anggaran, DPTPH memastikan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah tetap menjadi program prioritas karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Selain dilaksanakan oleh pemerintah provinsi, kegiatan serupa juga dijalankan oleh pemerintah kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.

“Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat stabilitas pasokan, menjaga daya beli masyarakat, serta memperluas akses pangan hingga ke seluruh wilayah di Kaltim,” pungkasnya.