ASN Ditikam di Leher di Papua Tengah, Polisi Dalami Dugaan Motif Balas Dendam KKB

HUKRIM75 Dilihat

Metroikn, Puncak – Seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial MM (44) menjadi korban penikaman di kawasan Kompleks Pasar Kago, Kampung Ulumuni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Pisau yang diduga digunakan pelaku masih tertancap di leher korban saat menjalani penanganan medis awal di RSUD Ilaga.

Peristiwa itu terjadi di depan Bengkel Mandiri Utama, Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 16.00 WIT. Saat kejadian, korban sedang duduk di atas sepeda motornya sebelum tiba-tiba diserang dari arah belakang oleh orang tidak dikenal.

Pisau ditusukkan ke bagian leher hingga menembus ke sisi depan. Setelah melakukan penyerangan, para pelaku melarikan diri ke arah Kampung Ulumuni.

Korban sempat berteriak meminta pertolongan hingga warga berdatangan. Ia kemudian dibawa ke RSUD Ilaga dalam kondisi masih sadar.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo mengatakan korban mengalami luka tusuk serius di bagian leher. Karena keterbatasan fasilitas medis di Ilaga, korban dirujuk ke RSUD Timika pada Senin pagi (2/11/2026) menggunakan pesawat dengan pengawalan polisi.

“Korban mengalami luka tusuk pada bagian leher akibat penikaman dari arah belakang. Saat ini korban masih dalam keadaan sadar, sementara pisau yang diduga digunakan dalam penyerangan masih tertancap di tubuhnya,” jelas Yusuf.

Korban selanjutnya direncanakan dirujuk ke Makassar untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Lima Orang Diduga Terlibat

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Puncak masih menyelidiki identitas para pelaku. Berdasarkan penyelidikan awal, terdapat dugaan lima orang terlibat dalam penyerangan tersebut.

Tiga orang diduga bertugas mengawasi situasi sekitar, sedangkan dua lainnya melakukan penikaman. Namun, identitas dan peran masing-masing masih harus dipastikan melalui penyelidikan.

Aparat telah menyisir sekitar lokasi kejadian, meminta keterangan saksi, serta mencatat sejumlah barang bukti. Barang yang diamankan dalam pencatatan perkara antara lain jaket biru navy, celana jeans biru navy, dan baju hitam milik korban.

Sementara itu, pisau bergagang kayu berwarna cokelat dengan panjang sekitar 40 sentimeter yang diduga digunakan untuk menyerang korban belum dapat diamankan karena masih tertancap di tubuh korban dan harus menunggu tindakan medis.

“Kami akan terus melakukan upaya penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku dan mengetahui secara pasti pihak yang bertanggung jawab atas kejadian ini,” ujar Yusuf.

Dugaan Balas Dendam Masih Didalami

Polisi juga mendalami kemungkinan penikaman tersebut berkaitan dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Berdasarkan informasi awal yang diterima penyidik, aksi itu diduga merupakan bentuk balas dendam atas penangkapan salah satu anggota kelompok yang sebelumnya masuk daftar pencarian orang (DPO).

Namun, dugaan tersebut belum dipastikan dan masih memerlukan pendalaman melalui keterangan saksi serta alat bukti.

“Berdasarkan informasi awal, kejadian ini diduga berkaitan dengan kelompok kriminal bersenjata. Terdapat dugaan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk balas dendam atas penangkapan salah satu DPO dari kelompok mereka yang berhasil diamankan beberapa waktu lalu. Namun, motif dan keterkaitan tersebut masih kami dalami,” jelas Yusuf.

Di sisi lain, aparat juga mencermati beredarnya video aksi kekerasan di media sosial. Berdasarkan hasil monitoring dan profiling kepolisian, video yang diunggah influencer Sebi Sambom tersebut disebut merupakan rekaman lama, yakni peristiwa pada April 2026 dan September 2025.

Yusuf mengimbau masyarakat tidak mudah mempercayai atau menyebarkan kembali informasi yang belum terverifikasi karena berpotensi memicu keresahan.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani mengatakan penyelidikan akan dilakukan untuk mengungkap pelaku dan motif penyerangan, termasuk kemungkinan keterlibatan kelompok tertentu.

“Peristiwa penikaman ini menjadi perhatian serius kami. Aparat akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap identitas para pelaku serta motif di balik kejadian tersebut. Setiap dugaan keterkaitan dengan kelompok tertentu juga akan didalami berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti yang sah. Kami memastikan proses penanganan berjalan secara profesional sesuai prosedur hukum,” tegas Faizal.

Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Puncak kini meningkatkan pemantauan keamanan di wilayah Ilaga. Polisi juga mengajak masyarakat memberikan informasi yang relevan untuk membantu pengungkapan kasus tersebut.