PLN Siaga di Balik Khidmatnya Upacara HUT RI, Ribuan Personel Disebar ke Titik Strategis

NASIONAL53 Dilihat

Metroikn, Jakarta – Di balik khidmatnya pelaksanaan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, terdapat kesiapsiagaan sistem kelistrikan yang bekerja tanpa jeda. PT PLN (Persero) mengerahkan ribuan personel dan menyiapkan sistem pengamanan berlapis untuk memastikan pasokan listrik tetap andal selama upacara di Istana Merdeka hingga berbagai daerah di Indonesia, Senin (17/8/2026).

Khusus di kawasan Istana Merdeka yang menjadi pusat pelaksanaan Upacara Detik-Detik Proklamasi, PLN menerapkan pengamanan kelistrikan lima lapis. Sistem tersebut ditopang dua subsistem dan empat gardu induk, serta diperkuat empat penyulang, empat genset, delapan unit Uninterruptible Power Supply (UPS), dan ratusan personel yang disiagakan langsung di lokasi.

Deputi Administrasi Sekretariat Presiden Rika Kiswardani mengapresiasi kesiapan PLN dalam mengawal kelistrikan selama upacara berlangsung.

“Ini suatu hal yang cukup membanggakan karena kesiapsiagaannya luar biasa, dijaga betul, jangan sampai setitikpun kekeliruan di lapangan sudah diantisipasi, sehingga kita yakin betul dalam pelaksanaannya,” ujar Rika.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan pengamanan kelistrikan untuk peringatan HUT ke-81 RI telah dipersiapkan secara menyeluruh sejak awal Agustus. Persiapan meliputi asesmen sistem, simulasi beban, pengujian peralatan, penguatan koordinasi hingga penempatan personel di titik-titik strategis.

“HUT ke-81 Kemerdekaan RI merupakan momentum sakral bagi seluruh bangsa. Karena itu, PLN tidak hanya menyalurkan listrik, tapi juga menyalurkan semangat kebangsaan. Kami berdiri tegak bersama rakyat, memastikan setiap detik upacara berjalan tanpa gangguan,” kata Darmawan.

Pola pengamanan disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah. Selain sistem utama, PLN menyiapkan sistem cadangan dan peralatan pendukung untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Di Sumatera Utara, misalnya, sebanyak 3.069 personel disiagakan di 311 titik strategis. Sementara di Jawa Timur, PLN menyiapkan 5.524 personel serta 1.309 peralatan pendukung, mulai dari genset, UPS, gardu bergerak, crane, skylift hingga kendaraan operasional.

Pengamanan juga diperkuat di kawasan Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat dengan 2.430 personel serta 287 peralatan distribusi yang ditempatkan di 79 posko siaga dan 61 lokasi prioritas. Sebanyak 471 kendaraan operasional turut disiapkan untuk mendukung penanganan gangguan.

Sementara di Nusa Tenggara Timur, PLN menerjunkan 1.406 personel dengan dukungan 133 unit peralatan, 321 kendaraan operasional serta material cadang untuk penanganan gangguan di lokasi prioritas.

“Sistem utama di setiap daerah kami siapkan, sistem cadangan kami siagakan, dan personel kami tempatkan di titik-titik strategis se-Indonesia. Seluruhnya dipantau selama rangkaian kegiatan berlangsung agar setiap kondisi dapat ditangani secara cepat dan tepat,” ujar Darmawan.

Menurut Darmawan, kesiapsiagaan tersebut merupakan bagian dari pengamanan kelistrikan nasional agar masyarakat dapat mengikuti seluruh rangkaian peringatan kemerdekaan dengan nyaman.

“Bagi PLN, mengawal peringatan HUT Kemerdekaan bukan sekadar menjalankan tugas kelistrikan. Ini adalah bentuk pengabdian kami untuk hadir di setiap momentum penting bangsa,” pungkasnya.

Keandalan listrik yang dijaga dari pusat hingga daerah menjadi bagian yang tidak terlihat dari kemeriahan perayaan HUT ke-81 RI. Saat Merah Putih berkibar dan detik-detik Proklamasi diperingati, sistem kelistrikan disiapkan untuk tetap menyala dan mendukung jalannya seluruh rangkaian acara.