Metroikn, Balikpapan – Di balik jaringan komunikasi Info Bencana Balikpapan yang beranggotakan 1.024 orang, terdapat 12 relawan aktif yang rutin bergerak ke lapangan ketika kondisi darurat membutuhkan respons cepat.
Para relawan tersebut menjadi salah satu penghubung informasi antara masyarakat dengan berbagai unsur penanganan bencana, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, TNI, Polri, pengurus RT hingga relawan lainnya.
Jaringan komunikasi menjadi bagian penting dalam pola koordinasi tersebut. Ketika ada laporan dari masyarakat, informasi dapat diteruskan dan dikoordinasikan dengan pihak yang memiliki kewenangan untuk melakukan penanganan di lapangan.
Salah satu relawan yang masih aktif adalah Ruslan dengan callsign IB-07. Ia telah menjalankan kegiatan kemanusiaan selama 13 tahun.
Bagi Ruslan, keterlibatan dalam kegiatan kemanusiaan bukan perkara materi. Ada dorongan pribadi untuk tetap membantu masyarakat ketika membutuhkan pertolongan.
“Bergerak dari getaran hati, dari lubuk nurani yang paling dalam,” kata Ruslan yang juga Ketua Harian Info Bencana Balikpapan, Jumat (2/10/2026).
Ruslan mengatakan, selama menjalankan aktivitas kemanusiaan, dirinya mendapat kepercayaan dari Ketua Umum Info Bencana Balikpapan, Haji Vijai Zulfikar.
“Haji Vijai Zulfikar memberikan kepercayaan kepada saya untuk menjalankan kegiatan kemanusiaan selama tetap berada dalam koridor dan norma yang berlaku,” tuturnya.
Kepercayaan tersebut menjadi salah satu alasan Ruslan tetap bertahan menjalankan kegiatan sosial bersama relawan Info Bencana Balikpapan hingga kini.
12 Relawan, Satu Koordinasi
Meski personel yang rutin turun ke lapangan berjumlah 12 orang, Ruslan mengatakan koordinasi tetap dapat berjalan karena didukung jaringan komunikasi yang luas.
Komunikasi dilakukan melalui platform WhatsApp yang menghubungkan berbagai unsur, mulai dari TNI dan Polri, BPBD, Basarnas, pengurus RT, relawan hingga masyarakat.
“Orang kadang heran, kok 12 orang bisa satu gate,” ujarnya.
Menurut Ruslan, pola tersebut membuat informasi dari masyarakat dapat lebih cepat diteruskan kepada pihak yang berkaitan dengan penanganan kondisi darurat.
Terlebih ketika Balikpapan menghadapi kondisi seperti kemarau, kekeringan hingga ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membutuhkan respons cepat.
Dalam penanganan karhutla, relawan Info Bencana turut membantu BPBD, Basarnas, TNI, Polri dan pemerintah kota dalam kegiatan di lapangan.
Keberadaan relawan juga membantu mempercepat penyampaian informasi mengenai kondisi di lapangan, sebelum kemudian ditindaklanjuti oleh instansi yang memiliki kewenangan.
Tak Digaji, Tetap Bergerak
Para relawan Info Bencana Balikpapan tidak mendapatkan gaji dan tidak pernah meminta bayaran atas kegiatan kemanusiaan yang mereka jalankan.
Selama 13 tahun, dukungan yang diterima lebih banyak berupa kebutuhan operasional, seperti kendaraan pikap, radio komunikasi atau HT hingga jaket.
Bagi Ruslan, keterbatasan tersebut bukan alasan untuk berhenti membantu masyarakat.
Ia mengatakan para relawan akan tetap menjalankan kegiatan kemanusiaan selama masih mendapat kepercayaan dan dukungan untuk membantu masyarakat.
“Harapan kami Balikpapan tetap aman, damai, nyaman dan kondusif, sehingga bencana besar bisa kita minimalisir,” katanya.
Info Bencana Balikpapan sendiri telah memiliki akta notaris dan terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM. Organisasi tersebut juga pernah mendapat apresiasi dari Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.
Bagi Ruslan, 13 tahun menjadi relawan merupakan perjalanan yang dijalani karena kepedulian terhadap sesama.
“Kalau kita bisa berbuat baik untuk kemanusiaan, kenapa tidak kita lakukan. Kita jalankan sampai titik perjuangan kita, sampai kita ini diambil Tuhan,” tambahnya.









