Budidaya Kepiting Soka Binaan PLN UIP KLT Raih Penghargaan Nasional

METROPOLIS81 Dilihat

Metroikn, Jakarta – Program budidaya kepiting soka yang dikembangkan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) di Desa Tanjung Seloka, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, meraih predikat Platinum Alignment pada kategori Pembinaan/Pengembangan UMKM dalam Anugerah CEPI CSR UMKM & Koperasi 2026.

Penghargaan yang diberikan La Tofi School of Social Responsibility itu menjadi pengakuan terhadap Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Tanjung Seloka yang dinilai berhasil mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir melalui pengembangan budidaya kepiting soka.

Penghargaan diterima Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP KLT, Raditya Kuntoro, yang mewakili manajemen perusahaan pada malam penganugerahan di Jakarta, Rabu (29/7).

Program tersebut mengubah pola budidaya kepiting soka yang sebelumnya masih dilakukan secara konvensional menjadi lebih produktif melalui penerapan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) dan Vertical Crabhouse. Inovasi tersebut memungkinkan masyarakat meningkatkan produktivitas, efisiensi budidaya, sekaligus menambah nilai ekonomi hasil usaha.

Selain memperkenalkan teknologi, program juga disertai pendampingan usaha dan penguatan kapasitas kelompok masyarakat agar budidaya kepiting soka dapat berkembang secara berkelanjutan tanpa bergantung sepenuhnya pada hasil tangkapan alam.

Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP KLT, Raditya Kuntoro, mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang berangkat dari kebutuhan masyarakat.

“Kami percaya bahwa keberhasilan sebuah program tidak diukur dari penghargaan yang diterima, melainkan dari perubahan yang dirasakan masyarakat. Desa Berdaya Tanjung Seloka lahir dari semangat kolaborasi bersama pemerintah daerah, kelompok nelayan, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan solusi yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan,” ujar Raditya.

Ia menambahkan, pelaksanaan program TJSL diarahkan agar mampu menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas masyarakat, pemanfaatan teknologi, dan penguatan kelembagaan kelompok usaha.

Dalam proses penilaian, Program Desa Berdaya Tanjung Seloka dinilai memiliki pendekatan pemberdayaan yang terintegrasi. Selain menerapkan teknologi budidaya, program juga dilengkapi pendampingan masyarakat, pengembangan usaha, serta pengukuran dampak sehingga dinilai mampu menjadi contoh praktik pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.

Rangkaian Anugerah CEPI CSR UMKM & Koperasi 2026 juga diisi dengan diskusi dan coaching clinic mengenai implementasi ESG, Corporate Economic Protection Index (CEPI), serta praktik terbaik pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan di Indonesia.

PLN UIP KLT menyatakan akan terus mengembangkan program pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mendukung pembangunan berkelanjutan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, akademisi, kelompok masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.