Metroikn, Samarinda – Kondisi Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) Samarinda menjadi perhatian setelah sejumlah keluhan masyarakat muncul terkait fasilitas pendukung dan kondisi infrastruktur yang setiap hari dilalui kendaraan berat.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) menilai jembatan yang menghubungkan kawasan pusat kota dengan akses menuju Pelabuhan Peti Kemas Samarinda tersebut memiliki peran strategis terhadap kelancaran distribusi barang dan aktivitas ekonomi daerah.
Untuk memastikan kondisi sebenarnya, DPRD Kaltim berencana melakukan peninjauan langsung ke lokasi dalam waktu dekat.
Anggota DPRD Kaltim, Samsun, mengatakan Jembatan Mahulu tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi jalur utama bagi kendaraan logistik dengan intensitas tinggi setiap harinya.
“Jalur ini merupakan jalur vital untuk angkutan barang yang menghubungkan Samarinda dengan pelabuhan peti kemas. Karena setiap hari dilalui kendaraan dengan muatan berat, tentu perlu dilakukan perawatan secara berkala,” ujarnya.
Menurut Samsun, karakteristik jalur yang menjadi lintasan kendaraan bertonase besar membutuhkan perhatian khusus agar kondisi konstruksi maupun fasilitas pendukung tetap terjaga.
Selain kondisi permukaan jalan, DPRD juga menyoroti fasilitas penerangan di sepanjang jembatan yang dinilai masih perlu dievaluasi.
Pihaknya akan memastikan apakah persoalan lampu penerangan disebabkan oleh kerusakan fasilitas yang sudah ada atau karena belum tersedianya instalasi di sejumlah titik.
“Nanti kita cek apakah lampu penerangan itu memang sudah pernah dipasang lalu mengalami kerusakan, atau memang belum tersedia. Kalau memang belum ada, tentu akan kita dorong agar segera dilakukan pemasangan,” katanya.
Tak hanya penerangan, DPRD Kaltim juga membuka peluang mendorong pemasangan kamera pengawas atau CCTV untuk mendukung pengawasan kawasan Jembatan Mahulu.
Menurut Samsun, keberadaan CCTV dapat membantu pemerintah memantau kondisi lalu lintas sekaligus menjaga fasilitas publik dari tindakan yang dapat merugikan.
“Kalau memang diperlukan, kita dorong pemasangan CCTV. Nanti kita lihat apakah cukup dengan perawatan fasilitas yang ada atau memang membutuhkan instalasi baru,” ujarnya.
Ia menilai pemeliharaan infrastruktur harus dilakukan secara rutin agar kerusakan dapat dicegah sejak awal. Sebab, keterlambatan penanganan berpotensi membuat biaya perbaikan semakin besar.
“Kalau perawatan terlambat, kerusakan bisa semakin luas dan biaya penanganannya juga akan lebih besar. Karena itu perawatan harus menjadi prioritas,” kata Samsun.
Jembatan Mahulu saat ini menjadi salah satu akses penting dalam pergerakan logistik di Samarinda. Dengan tingginya aktivitas kendaraan distribusi, DPRD berharap kondisi infrastruktur tersebut tetap mendapat perhatian agar tidak menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.









