Operasional Terowongan Samarinda Tertahan Administrasi, SLF Masih Diproses Kementerian

Samarinda25 Dilihat

Metroikn, Samarinda – Warga yang menantikan operasional Terowongan Samarinda tampaknya masih harus sedikit bersabar. Meski pembangunan fisik telah rampung, terowongan penghubung Jalan Kakap dan Jalan Sultan Alimuddin itu belum dapat dibuka karena masih menunggu penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dari pemerintah pusat.

Pemerintah Kota Samarinda memastikan proses administrasi tengah berjalan dan saat ini memasuki tahap pengajuan dokumen ke kementerian terkait.

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengatakan penerbitan SLF sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat sehingga daerah harus mengikuti seluruh tahapan yang telah ditetapkan.

“Pengajuan SLF sudah kami lakukan. Ada tahapan dan jadwal yang harus diikuti sesuai ketentuan. Kalau seluruh proses berjalan sesuai timeline, kemungkinan penyelesaiannya sekitar Agustus atau September,” ujarnya.

Menurut Marnabas, terowongan tersebut masuk kategori infrastruktur publik berisiko tinggi sehingga proses verifikasinya lebih ketat dibanding fasilitas umum lainnya. Pemerintah pusat akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap aspek teknis, keselamatan, hingga kelayakan operasional sebelum memberikan izin penggunaan.

Ia menegaskan, dari sisi konstruksi proyek sebenarnya telah selesai dan siap untuk diserahterimakan. Namun operasional belum bisa dilakukan sebelum seluruh persyaratan administrasi dan legal terpenuhi.

“Kami tentu ingin segera digunakan masyarakat. Secara pekerjaan sudah siap, tetapi operasional tetap harus menunggu SLF diterbitkan kementerian,” katanya.

Pemkot Samarinda dijadwalkan mulai menyampaikan dokumen pendukung pada 24 Juni 2026 sebagai bagian dari proses evaluasi. Setelah berkas diterima, kementerian akan melakukan penilaian sesuai standar pelayanan yang berlaku.

Jika seluruh tahapan berjalan lancar tanpa adanya catatan perbaikan tambahan, sertifikat diperkirakan terbit pada Agustus dan dilanjutkan dengan peresmian serta pembukaan akses pada September 2026.

Namun apabila proses evaluasi memerlukan waktu lebih panjang, operasional terowongan berpotensi mundur hingga Oktober mendatang.

Meski demikian, Pemkot meminta masyarakat memahami proses tersebut karena seluruh tahapan dilakukan untuk memastikan terowongan aman dan layak digunakan sebelum dibuka untuk publik.

Terowongan Samarinda sendiri menjadi salah satu proyek infrastruktur strategis yang diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus memangkas waktu tempuh antara kawasan Jalan Sultan Alimuddin dan pusat kota.