Tak Perlu Beli Seragam di Awal Sekolah, Pemprov Kaltim Siapkan Paket Gratis untuk 65 Ribu Siswa Baru

PENDIDIKAN193 Dilihat

Metroikn, Samarinda – Tahun ajaran baru tidak lagi menjadi kekhawatiran bagi sebagian orang tua siswa di Kalimantan Timur. Pemerintah Provinsi Kaltim memastikan program pembagian seragam gratis bagi peserta didik baru jenjang SMA, SMK, dan SLB tetap berjalan pada tahun ajaran 2026/2027.

Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, sekitar 65 ribu paket seragam disiapkan untuk siswa baru di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.

Program tersebut dirancang untuk membantu keluarga, khususnya dalam menghadapi kebutuhan awal masuk sekolah yang biasanya membutuhkan biaya tambahan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltim Armin mengatakan, bantuan seragam gratis menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk memastikan siswa dapat mengikuti pendidikan tanpa terkendala persoalan biaya perlengkapan sekolah.

“Kebijakan ini merupakan wujud kehadiran pemerintah daerah dalam meringankan beban ekonomi orang tua sekaligus memastikan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat,” ujar Armin.

Menurutnya, proses distribusi seragam masih berjalan sehingga Disdikbud memberikan masa penyesuaian bagi sekolah dan peserta didik baru. Selama periode tersebut, siswa belum diwajibkan menggunakan seragam nasional putih abu-abu.

Sebagai alternatif, sekolah diperbolehkan mengarahkan siswa menggunakan seragam batik masing-masing sekolah pada hari Senin dan Selasa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.

“Sebagai alternatif selama masa transisi pembelajaran, para peserta didik diperbolehkan menggunakan seragam batik dari sekolah untuk mengikuti kegiatan belajar setiap Senin dan Selasa,” katanya.

Armin menjelaskan, kebijakan tersebut diberikan agar proses pembelajaran tetap berjalan tanpa memberikan tekanan tambahan kepada orang tua yang masih menunggu paket seragam bantuan pemerintah diterima.

Selain memastikan distribusi berjalan, Disdikbud Kaltim juga mengingatkan sekolah agar tidak membebankan biaya tambahan kepada siswa untuk atribut yang sudah termasuk dalam paket bantuan.

“Kami menginstruksikan kepada pihak sekolah agar tidak mengomersialkan atribut apa pun yang sejatinya sudah terangkum dalam paket bantuan gratis pemerintah,” ujarnya.

Ia mengatakan, program seragam gratis tidak hanya berkaitan dengan penyediaan perlengkapan sekolah, tetapi juga bagian dari upaya mengurangi kesenjangan akses pendidikan antar peserta didik.

Dengan adanya bantuan tersebut, pemerintah berharap seluruh siswa baru di Kaltim dapat memulai tahun ajaran dengan kesempatan yang sama, tanpa perbedaan karena kemampuan ekonomi keluarga.

“Fokus utama kita adalah menghilangkan kecemasan keluarga sehingga anak-anak generasi penerus Kaltim bisa memusatkan konsentrasinya secara penuh pada proses belajar mengajar,” kata Armin.