Interport Gandeng Indika Foundation Latih Guru SD, Kejar Kenaikan Rapor Pendidikan Kota Balikpapan

PENDIDIKAN663 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Penurunan capaian numerasi di jenjang sekolah dasar menjadi salah satu penyebab turunnya nilai Rapor Pendidikan Kota Balikpapan. Kondisi itu mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan memperkuat kompetensi guru melalui pelatihan pembelajaran numerasi.

Upaya itu diwujudkan melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Guru SD bertema “Mengenal Numerasi Lebih Dalam” yang digelar PT Interport Mandiri Utama bersama Indika Foundation di Hotel Pasific Balikpapan, 20–22 Juli 2026.

Sebanyak 32 guru SD negeri dan swasta dari wilayah operasional PT Interport Mandiri Utama mengikuti pelatihan yang difokuskan pada penguatan metode pembelajaran numerasi di kelas.

Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Disdikbud Kota Balikpapan, I Ketut Karton, mengatakan capaian Rapor Pendidikan Kota Balikpapan pada 2025 turun dari sekitar 79 menjadi 76 poin. Penurunan terbesar berasal dari indikator numerasi di jenjang sekolah dasar.

“Yang menyumbang penurunan paling banyak justru dari SD, khususnya nilai numerasi. Karena itu, program seperti ini benar-benar menjadi kebutuhan yang kami rasakan,” ujarnya saat membuka kegiatan, Senin (20/7/2026).

Menurut Ketut, pelatihan tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperbaiki kualitas pembelajaran sekaligus meningkatkan capaian Rapor Pendidikan pada tahun mendatang.

Ia berharap ilmu yang diperoleh guru selama pelatihan dapat langsung diterapkan di ruang kelas sehingga berdampak pada kemampuan numerasi peserta didik.

“Mudah-mudahan dari 32 guru yang mengikuti pelatihan ini lahir perubahan dalam pembelajaran, sehingga Rapor Pendidikan Balikpapan bisa kembali minimal di angka 79, bahkan target kami di atas 80,” katanya.

Ketut menjelaskan, numerasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berhitung, tetapi juga kemampuan memahami berbagai persoalan sehari-hari, mulai dari membaca waktu, menghitung biaya, mengukur jarak, hingga mengambil keputusan berdasarkan data dan perhitungan.

Menurutnya, penguatan kemampuan tersebut perlu dimulai sejak sekolah dasar karena menjadi fondasi berpikir peserta didik pada jenjang berikutnya.

Ia juga mengungkapkan, capaian numerasi siswa SD pada Tes Kompetensi Akademik (TKA) saat ini masih berada di kisaran 47 poin atau jauh di bawah target yang diharapkan.

“Ini tantangan yang harus segera kita atasi agar tidak semakin turun. Minimal kita ingin capaian numerasi berada di atas 70,” ujarnya.

Sementara itu, Corporate Social Responsibility PT Interport Mandiri Utama, Ricky Aprilyanto, mengatakan program tersebut merupakan hasil asesmen kebutuhan sekolah yang dilakukan bersama Dinas Pendidikan serta sejumlah sekolah di wilayah operasional perusahaan.

“Kami tidak ingin menentukan program sendiri. Kami analisa dulu kebutuhan sekolah, berdiskusi dengan SD 021, SMP 021, dan Dinas Pendidikan. Dari situ muncul kebutuhan penguatan literasi dan numerasi,” katanya.

Menurut Ricky, pengembangan kualitas pendidikan tidak cukup hanya melalui penyediaan fasilitas, tetapi juga harus menyentuh peningkatan kapasitas guru sebagai ujung tombak proses belajar mengajar.

“Kalau ingin mengubah kualitas pendidikan, yang paling depan adalah gurunya. Karena itu kami memilih fokus pada pengembangan kapasitas guru, bukan hanya pembangunan fasilitas,” ujarnya.

Ia memastikan program tersebut tidak berhenti pada pelatihan selama tiga hari, tetapi akan dilanjutkan dengan pendampingan serta program penguatan literasi pada tahap berikutnya.

Pelaksana Tugas Kepala SD Negeri 021 Balikpapan Barat, Adi Kurniawan, menilai pelatihan tersebut menjawab kebutuhan guru dalam menyampaikan materi numerasi secara lebih kontekstual dan mudah dipahami siswa.

“Kegiatan ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kembali mutu pendidikan, khususnya kemampuan numerasi anak-anak di sekolah dasar,” katanya.