Metroikn, Balikpapan – Operasional pemberangkatan haji 2026 dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan resmi dimulai. Kloter pertama yang membawa 359 calon jemaah asal Samarinda sudah lebih dulu lepas landas pada Sabtu malam, 26 April 2026, pukul 23.55 WITA.
Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GIA 4101 tipe Airbus 330-900 Neo membawa rombongan menuju Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, dengan estimasi tiba pada 27 April pukul 08.15 waktu setempat.
Di balik keberangkatan perdana ini, pihak bandara memastikan seluruh sistem layanan telah disiapkan sejak awal. Mulai dari koordinasi lintas instansi hingga penguatan personel di lapangan, semua difokuskan untuk menjaga kelancaran proses keberangkatan.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Iwan Winaya Mahdar, menegaskan kesiapan tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari komitmen pelayanan bagi jemaah.
“Kami telah melakukan koordinasi intensif dengan seluruh stakeholder, mulai dari Kementerian Agama, Imigrasi, Bea Cukai, hingga maskapai Garuda Indonesia. Fokus utama kami adalah memberikan layanan terbaik bagi para tamu Allah, terutama jemaah lansia, agar proses perpindahan dari asrama menuju pesawat dilakukan secara efisien tanpa kendala teknis,” ujarnya.
Tak hanya itu, bandara juga menyiapkan jalur cepat untuk memangkas antrean dan mengurangi kelelahan jemaah sebelum terbang. Fasilitas penunjang seperti garbarata hingga lift khusus untuk lansia dan pengguna kursi roda turut dioptimalkan.
“Kami menyediakan jalur khusus (fast track) untuk mempercepat proses pemeriksaan dokumen jemaah guna meminimalisir kelelahan fisik sebelum terbang. Dengan menggunakan garbarata serta lift khusus penumpang lansia dan yang menggunakan wheelchair,” terang Iwan.
Total ada 17 kloter yang dijadwalkan berangkat melalui Bandara SAMS Sepinggan hingga 20 Mei 2026. Rinciannya, tujuh kloter menuju Madinah dan sepuluh kloter lainnya ke Jeddah. Seluruhnya berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Timur, mulai dari Samarinda, Balikpapan, hingga Kutai Barat.
Untuk menjaga ketepatan waktu keberangkatan, pengawasan di area terminal hingga sisi udara juga diperketat. Penambahan personel dilakukan guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai jadwal.
“Kami berharap seluruh jemaah dari Kloter 01 hingga Kloter 17 nanti dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat sebagai Haji yang mabrur,” tutupnya.
Sementara itu, kepulangan kloter pertama dijadwalkan tiba kembali di Balikpapan pada 7 Juni 2026 pukul 23.10 WITA menggunakan penerbangan GIA 4401.









