Metroikn, Samarinda – Di wilayah pedalaman Kalimantan Timur, pola lama masih terus berulang. Guru datang dari luar daerah, mengajar sementara, lalu pergi. Akibatnya, ruang kelas kembali kosong dan proses belajar anak-anak di daerah terpencil kembali tersendat.
Situasi inilah yang mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kaltim mengubah pendekatan. Alih-alih terus mengirim tenaga pengajar dari luar, pemerintah kini memilih strategi jangka panjang: mencetak guru dari daerah itu sendiri.
“Pengajar dari luar daerah seringkali tidak bertahan lama. Karena itu kebijakan afirmasi ini penting untuk mencetak guru dari pedalaman dan mengembalikan mereka ke kampung asal,” kata Plt Kepala Disdikbud Kaltim, Armin.
Program kuliah gratis di fakultas keguruan menjadi pintu utama kebijakan ini. Anak-anak dari wilayah pedalaman diberi kesempatan menempuh pendidikan tinggi, lalu disiapkan untuk kembali mengajar di daerah asal mereka setelah lulus.
Namun tantangan pendidikan di Kalimantan Timur tidak berhenti di persoalan tenaga pendidik. Di sejumlah wilayah seperti hulu Mahakam, persoalan rendahnya Angka Partisipasi Kasar (APK) masih menjadi pekerjaan rumah besar. Fasilitas pendidikan sudah tersedia, termasuk asrama, tetapi minat bersekolah masih belum kuat dan kesadaran orang tua juga belum merata.
“Sosialisasi masif dan kebijakan yang berpihak pada masyarakat lokal harus terus digencarkan,” ujar Armin.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan jalur khusus bagi anak-anak dari daerah 3T melalui SMA Garuda Transformasi. Sekolah ini membuka peluang bagi siswa berprestasi untuk mendapatkan beasiswa penuh hingga ke luar negeri.
Masalah ketimpangan distribusi guru pun ikut dibenahi. Guru berstatus PPPK yang selama ini lebih banyak terkonsentrasi di wilayah perkotaan akan didorong untuk mengajar di daerah pedalaman, disertai peningkatan dukungan infrastruktur pendidikan agar kesenjangan kualitas tidak semakin lebar.
“Disdikbud Kaltim menargetkan seluruh sekolah di provinsi ini mencapai standar Sekolah Nasional Plus pada 2028 sebuah ambisi besar yang kini mulai dibangun dari langkah-langkah konkret di pedalaman,” tutupnya.









