Gencarkan Deteksi Dini, Dinkes Samarinda dan IDAI Kaltim Skrining 100 Anak di Lok Bahu

KALTIM17 Dilihat

metroikn, SAMARINDA – Upaya pencegahan stunting di Kota Samarinda terus digencarkan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kalimantan Timur menggelar bakti sosial skrining kesehatan anak di Puskesmas Lok Bahu, Sabtu (9/8/25).

Sebanyak 100 anak mengikuti pemeriksaan. Hasilnya, 70 anak terdeteksi mengalami gangguan pertumbuhan, sementara 70 lainnya teridentifikasi memiliki gangguan perkembangan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Samarinda, dr Rudy Agus Arianto, mengatakan kegiatan ini menjadi wujud nyata Pediatric Social Responsibility (PSR) dan bentuk kolaborasi penting antara pemerintah daerah dan organisasi profesi.

“Sebelumnya, IDAI memberikan pelatihan kepada kader tentang ASI dan konseling menyusui. Hari ini dokter spesialis anak memeriksa langsung para balita,” jelas Rudy.

Proses skrining dibantu tenaga kesehatan yang telah dilatih tim Kesmas, sementara pemeriksaan akhir dilakukan oleh dokter spesialis anak.

Rudy berharap kegiatan serupa bisa menjadi agenda rutin, mengingat masih banyak warga yang kesulitan mengakses dokter spesialis anak, terutama karena keterbatasan transportasi.

“Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti sekali saja. Ke depan, di waktu tertentu, kita akan panggil dokter spesialis anak ke puskesmas untuk pemeriksaan gratis,” harapnya.

Ketua IDAI Kaltim, dr Diane Meutya Supit, menyebut kegiatan ini dilaksanakan serentak di 10 kabupaten/kota di Kaltim. Kelurahan Lok Bahu dipilih sebagai lokasi di Samarinda karena angka stuntingnya tergolong tinggi.

“Di sini ada sekitar dua ribu bayi dan balita, dan prevalensi stunting cukup mengkhawatirkan,” ujarnya.

Menurut Diane, skrining difokuskan untuk mendeteksi potensi stunting dengan mengukur tinggi dan berat badan, lingkar kepala, serta memantau perkembangan anak pada empat aspek: motorik halus, motorik kasar, bahasa-bicara, dan kemandirian sosial.

Melalui kegiatan ini, Dinkes Samarinda dan IDAI Kaltim berharap generasi muda tumbuh sehat, cerdas, dan bebas dari risiko stunting.