Tuntut Akses Jalan Layak, Mahasiswa Asal Mahulu Gelar Aksi di Kantor Gubernur Kaltim

KALTIM26 Dilihat

metroikn, SAMARINDA – Puluhan mahasiswa asal Mahakam Ulu yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Mahakam Ulu (GERAM ULU) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Rabu (6/8/2025). Aksi ini menyoroti buruknya infrastruktur jalan menuju sejumlah kecamatan di wilayah pedalaman Mahulu.

Dalam aksi yang berlangsung damai tersebut, peserta demonstrasi mengenakan pakaian adat Dayak sebagai bentuk pernyataan identitas dan solidaritas terhadap daerah asal mereka.

Koordinator aksi, Papilus Klasen, menekankan bahwa keterisolasian wilayah Mahulu tak bisa lagi diabaikan.

Ia menyebut bahwa jalan menuju kecamatan Long Bagun, Long Pahangai, dan Long Apari dalam kondisi rusak parah bahkan belum seluruhnya terkoneksi jalur darat.

“Kami masih sangat bergantung pada transportasi sungai. Ketika sungai surut, seluruh aktivitas masyarakat praktis lumpuh. Jalan darat yang layak hingga kini belum tersedia,” ujar Papilus.

Ia menambahkan bahwa beberapa jembatan penghubung antarwilayah pun sudah tidak dapat dilalui karena rusak berat.

Kondisi ini, lanjutnya, sangat memengaruhi distribusi logistik, akses pendidikan, hingga layanan kesehatan.

“Perjalanan dari Mahulu ke Samarinda bisa mencapai 18 jam, dengan medan berat dan risiko tinggi. Untuk Long Apari bahkan belum ada jalur darat sama sekali, ini bentuk ketimpangan yang nyata,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, perwakilan massa aksi diterima oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, yang menyampaikan komitmen pemerintah untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah perbatasan.

Papilus menyatakan bahwa pihaknya menghargai respons tersebut, namun akan tetap melakukan pengawalan hingga realisasi pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat Mahulu.

“Kami tidak akan berhenti hanya pada janji. Kami akan terus kawal prosesnya agar jalan benar-benar dibangun dan bisa digunakan masyarakat,” tutupnya.