Guncangan M7,7 Bikin NTT Panik, Tsunami Sempat Muncul di Sejumlah Wilayah

NASIONAL34 Dilihat

Metroikn, Nusa tenggara Timur – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. Guncangan kuat membuat warga berhamburan keluar rumah hingga memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA. Episentrum berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.

Data BMKG mencatat koordinat pusat gempa berada di 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur.

Gempa yang berpusat di laut tersebut kemudian memicu peringatan dini tsunami. BMKG melakukan pemantauan terhadap kondisi muka laut di sejumlah wilayah untuk memastikan potensi dampak gelombang tsunami.

Dalam pemantauan BMKG, gelombang tsunami sempat terdeteksi di beberapa wilayah NTT. Salah satu gelombang yang tercatat mencapai sekitar 0,94 meter di Maurole, Kabupaten Ende. Gelombang juga terpantau di sejumlah lokasi lainnya.

Setelah melakukan pemantauan, BMKG kemudian mengakhiri peringatan dini tsunami. Meski peringatan telah berakhir, masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan mengikuti informasi resmi dari BMKG.

BNPB Catat Korban dan Kerusakan

Dampak gempa mulai terlihat di sejumlah wilayah NTT.

BNPB dalam pembaruan data terbarunya mencatat satu orang meninggal dunia dan empat orang mengalami luka-luka. Korban meninggal merupakan warga Kabupaten Sikka, sementara korban luka tercatat di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Nagekeo. Data tersebut diperbarui setelah dilakukan verifikasi dan validasi di lapangan.

Sebelumnya, BNPB sempat melaporkan dua korban meninggal dunia. Namun, setelah pendataan ulang, angka tersebut diperbarui menjadi satu korban meninggal dan empat korban luka.

BNPB juga mencatat sekitar 2.000 warga di Kabupaten Nagekeo melakukan evakuasi mandiri setelah gempa dan adanya peringatan dini tsunami.

Kerusakan bangunan juga dilaporkan di sejumlah lokasi. BNPB mencatat sejumlah rumah mengalami kerusakan dengan kategori berat, sedang, hingga ringan. Selain itu, terdapat bangunan fasilitas umum dan kantor pemerintahan yang ikut terdampak.

Di Kabupaten Sikka, laporan mengenai bangunan yang terdampak juga bermunculan. Proses pendataan kerusakan masih dilakukan oleh petugas bersama pemerintah daerah.

BMKG: Dipicu Sesar Naik Busur Belakang Flores

BMKG menyebut gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan mekanisme gempa tersebut berasal dari sesar naik busur belakang Flores yang memang memiliki potensi menghasilkan gempa kuat.

Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah NTT dan daerah sekitarnya. Kepanikan terjadi di sejumlah lokasi karena gempa berlangsung kuat dan peringatan dini tsunami sempat dikeluarkan.

BNPB mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di kawasan pesisir, tetap tenang tetapi tidak mengabaikan potensi bahaya.

Masyarakat diminta menjauhi pantai apabila kembali terjadi gempa kuat atau menerima instruksi evakuasi dari petugas. Warga juga diminta tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat guncangan.

Hingga Sabtu siang, proses pendataan korban, kerusakan bangunan dan penanganan warga terdampak masih berlangsung. BMKG juga terus memantau aktivitas gempa susulan di wilayah NTT.