Metroikn, Balikpapan – Antrean kendaraan di sejumlah SPBU Balikpapan mendorong PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menambah pasokan dan kapasitas pelayanan BBM. Sejumlah langkah disiapkan, mulai dari peningkatan stok Pertalite, penambahan titik penyaluran, tambahan nozel hingga perpanjangan jam operasional SPBU.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan langkah tersebut dilakukan setelah Pertamina menerima masukan terkait antrean yang berdampak pada kenyamanan masyarakat dan aktivitas di sekitar SPBU.
“Kami memahami bahwa antrean BBM turut berdampak pada kenyamanan masyarakat dan kelancaran aktivitas usaha di sekitar SPBU. Menindaklanjuti masukan yang kami terima, Pertamina sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Balikpapan untuk mengatur jam operasional SPBU agar pelayanan BBM tetap optimal sekaligus meminimalkan dampak antrean terhadap lingkungan sekitar,” ujar Edi, Sabtu (15/8/2026).
Untuk menjaga ketersediaan Pertalite, Pertamina telah menambah pengiriman BBM ke Balikpapan sejak 10 Juni 2026. Langkah tersebut kemudian dilanjutkan dengan build up stock atau peningkatan stok di lembaga penyalur agar pasokan tetap tersedia selama jam pelayanan.
Pertamina juga menyiapkan lima tambahan titik penyaluran Pertalite yang diprioritaskan untuk kendaraan roda dua.
Kelima titik tersebut berada di SPBU Teritip dan SPBU Batakan di Balikpapan Timur, SPBU Grand City dan SPBU di Jalan M.T. Haryono depan Majesty di Balikpapan Utara, serta SPBU Kebun Sayur di Balikpapan Barat.
Penambahan titik pelayanan ini diharapkan dapat membagi kepadatan kendaraan sehingga antrean tidak terkonsentrasi di SPBU tertentu.
Selain menambah titik penyaluran, Pertamina menyiapkan tambahan nozel Pertalite di SPBU Karang Anyar dan SPBU Gunung Guntur. Penambahan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pengisian dan mempercepat waktu pelayanan kendaraan.
Sementara untuk Biosolar, jam operasional di SPBU Kilometer 13 dan SPBU Kilometer 15 diperpanjang menjadi 24 jam. Pertamina berharap penambahan waktu pelayanan dapat memberi pilihan bagi masyarakat sekaligus mengurangi kepadatan pada jam tertentu.
Penguatan pelayanan juga dilakukan melalui evaluasi berkala, kesiapan mobil tangki cadangan, serta optimalisasi petugas pengatur antrean atau marshal di SPBU.
Di sisi lain, pengawasan bersama aparat penegak hukum (APH) tetap dilakukan untuk memastikan penyaluran Biosolar subsidi berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
Pertamina juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Balikpapan, APH, dan pengelola SPBU untuk menjaga kelancaran pelayanan BBM, khususnya produk bersubsidi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah tertib mengikuti antrean dan arahan petugas di SPBU. Dukungan seluruh pihak sangat penting agar pelayanan BBM kepada masyarakat tetap berjalan aman, tertib, dan lancar,” kata Edi.
Pertamina mengimbau masyarakat yang membutuhkan informasi terkait produk dan layanan BBM untuk menghubungi Pertamina Customer Solutions 135 yang beroperasi selama 24 jam.









