Metroikn, Balikpapan – Wali Kota Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak bisa hanya bertumpu pada aparat penegak hukum maupun pemerintah daerah. Ia menyebut, keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam memutus rantai peredaran barang haram tersebut.
“Penyalahgunaan dalam bentuk apa pun yang namanya obat terlarang ini harus jadi perhatian bersama. Ini bukan hanya tugas aparat atau pemerintah,” ujar Rahmad Mas’ud.
Ia menekankan, banyak pengungkapan kasus narkoba justru berawal dari laporan masyarakat yang peduli terhadap lingkungan sekitar.
“Saya yakin kalau tidak terlihat kan tidak mungkin kita ungkap. Tapi kalau ada laporan dari masyarakat, insya Allah bisa ditindaklanjuti,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan Rahmad Mas’ud usai mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila di Halaman Balai Kota Balikpapan, Senin (1/6/2026).
Sebagaimana diketahui, peredaran narkoba di Kalimantan Timur masih menunjukkan angka yang cukup tinggi. Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur bersama jajaran mencatat sedikitnya 163 kasus narkotika berhasil diungkap sepanjang 2026 dengan lebih dari 200 tersangka diamankan.
Kota Balikpapan menjadi salah satu wilayah dengan kontribusi pengungkapan kasus tertinggi di Kalimantan Timur. Sejumlah pengungkapan bahkan bermula dari informasi masyarakat, termasuk kasus peredaran ganja seberat sekitar satu kilogram pada Mei 2026.
Rahmad menilai kondisi tersebut menjadi alarm bersama bagi seluruh elemen, terutama dalam memperkuat pengawasan lingkungan dan peran aktif warga.
“Narkoba ini bukan hanya merusak pengguna, tapi juga mengancam masa depan generasi muda kita,” tegasnya.
Ia kembali menegaskan bahwa keberhasilan pemberantasan narkoba sangat bergantung pada sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat penegak hukum.
“Aparat tidak akan bisa berbuat apa-apa kalau masyarakat tidak terlibat memberikan informasi. Jadi ini harus sama-sama,” pungkasnya.









