Diskominfo Kaltim Perkuat Literasi Digital untuk Cegah Generasi Muda Terjerat Judi Online

METROPOLIS35 Dilihat

Metroikn, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memilih memperkuat pendekatan edukatif dalam upaya memerangi maraknya judi online. Sasaran utamanya adalah pelajar, mahasiswa, dan komunitas masyarakat yang dinilai menjadi kelompok strategis untuk membangun kesadaran digital sejak dini.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, mengatakan literasi digital menjadi salah satu instrumen penting untuk membentengi masyarakat dari berbagai ancaman di ruang siber, termasuk praktik perjudian berbasis daring yang semakin mudah dijangkau.

Menurutnya, penanganan judi online tidak cukup dilakukan melalui penegakan hukum dan pemblokiran situs semata. Dibutuhkan pemahaman yang kuat di masyarakat agar tidak mudah terjebak dalam berbagai modus yang ditawarkan pelaku perjudian digital.

Karena itu, Diskominfo Kaltim terus memperluas program edukasi ke lingkungan sekolah, perguruan tinggi, hingga kelompok masyarakat sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran mengenai risiko judi online.

“Judi online bukan hanya masalah individu, tetapi ancaman bersama yang harus dilawan secara kolektif. Kita harus membangun generasi yang cerdas secara digital, kuat secara finansial, dan berani mengatakan tidak pada judi online,” ujar Faisal.

Ia menilai generasi muda perlu dibekali kemampuan memahami risiko aktivitas digital sejak awal. Selain berpotensi merugikan secara finansial, judi online juga dapat memicu berbagai persoalan sosial yang berdampak pada lingkungan keluarga dan masyarakat.

Faisal menambahkan, posisi Kalimantan Timur sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) menuntut adanya kesiapan sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan teknologi secara sehat dan produktif.

Menurutnya, tingginya akses internet di daerah harus menjadi modal untuk memperkuat kualitas pendidikan dan pembangunan, bukan justru dimanfaatkan untuk aktivitas yang merugikan masyarakat.

Selain menjalankan edukasi, pemerintah daerah juga terus melakukan penguatan keamanan sistem digital serta berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam penanganan konten ilegal di ruang siber.

“Kami berharap upaya yang dilakukan secara berkelanjutan mampu membentuk budaya digital yang lebih sehat sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap berbagai ancaman di internet, termasuk judi online,” pungkasnya.