Metroikn, Sendawar – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) memantapkan rencana pengembangan Politeknik Sendawar menjadi pusat pendidikan vokasi modern mulai tahun anggaran 2027. Pembangunan dan perluasan sarana serta prasarana kampus akan direalisasikan melalui skema kontrak tahun jamak (multiyears) untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor industri lokal.
Transformasi perguruan tinggi terapan ini dirancang sebagai langkah untuk mengurangi kesenjangan kualitas sumber daya manusia (SDM) di kawasan hulu Sungai Mahakam.
Kampus ini tidak hanya diproyeksikan menampung lulusan sekolah menengah atas dari Kutai Barat, tetapi juga membuka akses bagi para pemuda dari kabupaten tetangga, Mahakam Ulu, yang selama ini menghadapi keterbatasan akses menuju perguruan tinggi.
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menegaskan, revitalisasi Politeknik Sendawar merupakan bagian dari misi prioritas pemerintah daerah untuk memastikan generasi muda pedalaman dapat menjadi penggerak utama ekonomi di daerahnya sendiri.
“Dalam hal peningkatan kapasitas SDM melalui pendidikan vokasi, Pemerintah Daerah memprioritaskan pengembangan Politeknik Sendawar untuk mentransformasi kampus ini menjadi pusat pendidikan vokasi yang modern dan relevan dengan kebutuhan industri lokal,” kata Edwin saat menyampaikan pidato dalam rangka HUT ke-27 Kubar di Gedung DPRD, Rabu (3/11/2026).
Kampus ini ditargetkan menjadi pusat pendidikan vokasi yang juga melayani mahasiswa dari Kabupaten Mahakam Ulu guna memperluas akses pendidikan di kawasan pedalaman.
“Oleh karena itu, melalui kontrak tahun jamak pada tahun 2027 akan dilaksanakan Pembangunan Prasarana Politeknik Sendawar,” tegas Frederick Edwin.
Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kubar, Agustian Setia, menjelaskan bahwa 2026 difokuskan sebagai masa persiapan administratif, penyusunan rancangan teknis, serta penyelesaian dokumen perencanaan sebagai pijakan awal pelaksanaan pekerjaan di lingkungan kampus.
Proses pengadaan melalui tahapan lelang dijadwalkan berlangsung pada penghujung 2026, tepatnya pada rentang Oktober hingga Desember, sebelum memasuki tahap konstruksi fisik.
Menurut Agustian, pekerjaan fisik selama kurun waktu 2027 hingga 2029 telah diperhitungkan agar sesuai dengan kemampuan anggaran daerah dan tahapan teknis di lapangan.
“Pemerintah daerah menargetkan seluruh rangkaian penataan kawasan kampus ini dapat tuntas sebelum masa jabatan periode pertama Bupati Frederick Edwin berakhir, sehingga fasilitas penunjang akademik dapat segera difungsikan secara optimal,” katanya.
Penguatan pendidikan vokasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembangunan manusia di Kutai Barat. Saat ini, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kubar tercatat sebesar 75,38. Indikator bidang pendidikan mencatat Angka Harapan Lama Sekolah mencapai 13,4 tahun dan Rata-rata Lama Sekolah sebesar 9,01 tahun.
Modernisasi kampus vokasi ini juga diarahkan untuk mendukung persiapan jangka panjang daerah menuju diversifikasi ekonomi berkelanjutan.
Keberadaan tenaga kerja terampil lulusan politeknik dipersiapkan untuk menyokong rencana hilirisasi industri baru di Bumi Tanaa Purai Ngeriman, mulai dari sektor oleopangan, oleokimia, bioavtur, pemanfaatan energi surya, pengolahan pasir silika, hingga pengembangan komoditas perkebunan karet, kakao, dan pariwisata ramah lingkungan. (Adv)









