Jadi Rumah Sakit Rujukan, RSUD HIS Bakal Direnovasi Lebih Modern

Metroikn, Sendawar – Lonjakan pasien yang terus meningkat mendorong Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mengambil langkah besar untuk merombak total Rumah Sakit Umum Daerah Harapan Insan Sendawar (RSUD HIS) mulai tahun anggaran 2027. Fasilitas rujukan medis utama di kawasan hulu Sungai Mahakam ini bakal ditransformasi menjadi rumah sakit modern melalui skema kontrak tahun jamak (multiyears).

Tingginya intensitas rujukan pasien dari kabupaten tetangga, Mahakam Ulu, menjadi pemicu utama terbatasnya daya tampung ruang rawat inap serta sejumlah fasilitas penunjang medis di RSUD HIS.

Renovasi fisik dirancang guna memperluas kapasitas tempat tidur, menata zonasi perawatan, hingga memodernisasi infrastruktur pelayanan demi menjamin kenyamanan pasien rujukan maupun masyarakat setempat.

Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menegaskan, optimalisasi dan modernisasi RSUD HIS merupakan komitmen mendesak agar hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan berkualitas dapat terpenuhi secara optimal.

Menurutnya, kebutuhan akan peningkatan dan pemerataan akses layanan kesehatan bertumpu pada Rumah Sakit Umum Daerah Harapan Insan Sendawar yang menjadi salah satu RSUD rujukan bagi pasien Kabupaten Mahakam Ulu.

“Hal ini mengakibatkan peningkatan jumlah pasien yang berdampak pada kekurangan ruang inap dan beberapa fasilitas lainnya. Memenuhi kebutuhan tersebut, pada tahun 2027 akan dibangun secara Kontrak Tahun Jamak, yaitu Renovasi dan Pengembangan RSUD Harapan Insan Sendawar,” ujar Frederick Edwin saat menyampaikan pidato kinerjanya pada Rapat Paripurna HUT ke-27 Kutai Barat di Gedung DPRD Kubar, Sendawar, Rabu (4/11/2026).

Hadirkan Labkesda Baru dan Rutinkan Pengadaan Alkes Canggih

Selain meremajakan gedung dan fasilitas ruang rawat inap, Pemkab Kubar secara terpadu membangun gedung Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) yang representatif pada tahun anggaran 2027. Fasilitas ini diproyeksikan memperkuat kapasitas diagnostik klinis, uji kualitas sampel air dan lingkungan, hingga respons deteksi dini terhadap ancaman penyakit menular di wilayah pedalaman.

Penyediaan fisik gedung tersebut turut diimbangi dengan modernisasi alat-alat kesehatan. Pemerintah daerah secara berkelanjutan mengalokasikan anggaran khusus setiap tahun untuk pengadaan peranti medis mutakhir demi mendukung keakuratan, kecepatan, dan keselamatan tindakan medis.

“Dalam hal dukungan terhadap tenaga medis dalam memberikan pelayanan yang komprehensif, akurat, aman, dan efisien, setiap tahun dilaksanakan Pengadaan Alat Kesehatan dan Alat Penunjang Medik Fasilitas Pelayanan Kesehatan,” jelas Frederick.

Perkuat Jejaring Layanan di 16 Kecamatan

Bupati Edwin menambahkan, modernisasi RSUD HIS menjadi simpul penguat bagi jejaring fasilitas kesehatan primer yang tersebar di 16 kecamatan se-Kutai Barat. Saat ini, keberadaan puskesmas dan klinik pratama terus ditopang dengan penempatan tenaga kesehatan yang merata sesuai kebutuhan riil di tingkat kampung.

Akses dan kualitas layanan kesehatan yang membaik memberi dampak signifikan terhadap kualitas hidup masyarakat setempat. Hal ini tercermin dari Usia Harapan Hidup (UHH) warga Kutai Barat yang kini menyentuh 74,23 tahun, sekaligus mendorong capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah bertengger di angka 75,38 pada 2025.

“Pembangunan manusia dimulai dari pendidikan dan akses terhadap layanan kesehatan yang memadai. Angka harapan hidup masyarakat kita tergolong baik, yang mengindikasikan akses gizi dan kualitas layanan kesehatan cukup memadai, namun tetap perlu terus kita tingkatkan dan ratakan hingga ke seluruh pelosok,” pungkas Frederick. (Adv)