Metroikn, Samarinda – Menjelang rencana aksi unjuk rasa yang akan berlangsung pada 21 April 2026, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar memastikan kesiapan jajaran kepolisian dalam mengawal jalannya kegiatan tersebut.
Aksi yang dipusatkan di Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur dan Kantor Gubernur Kalimantan Timur itu diprediksi akan diikuti ribuan massa.
Menurut Hendri, pihaknya telah lebih dulu memonitor rencana aksi yang akan digelar oleh aliansi masyarakat Kalimantan Timur.
Pengamanan, kata Hendri, menjadi bagian penting untuk menjamin kegiatan penyampaian aspirasi tetap berjalan sesuai aturan.
“Kami sudah memantau rencana aksi tanggal 21 April. Informasinya akan berlangsung di dua titik, yakni di Kantor DPRD Provinsi dan Kantor Gubernur Kaltim,” ujarnya.
Ia menegaskan, Polresta Samarinda akan menurunkan personel untuk melakukan pengamanan sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat selama aksi berlangsung.
“Pengamanan ini merupakan bagian dari tugas kami agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan tetap kondusif,” katanya.
Lebih lanjut, Hendri mengingatkan para peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban serta mengedepankan cara-cara damai dalam menyampaikan aspirasi.
Ia menilai kedewasaan dalam berdemokrasi menjadi kunci agar situasi tetap terkendali.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga kamtibmas. Sampaikan pendapat secara baik dan sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Terkait potensi jumlah massa, Hendri menyebut pihaknya masih terus melakukan pemantauan mengingat waktu pelaksanaan yang masih beberapa hari ke depan. Ia tidak menutup kemungkinan jumlah peserta dapat berubah.
“Masih ada waktu, jadi jumlah massa bisa saja bertambah atau berkurang,” jelasnya.
Apabila jumlah peserta aksi membludak, Polresta Samarinda akan berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Timur guna memperkuat pengamanan dengan melibatkan satuan Dalmas, Samapta, hingga Brimob.
“Kami siap berkoordinasi untuk menambah kekuatan personel jika dibutuhkan,” pungkasnya.









