Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan Gelar Operasi Celah Bibir Gratis, 15 Anak Dapat Harapan Baru

METROPOLIS31 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Harapan baru bagi anak-anak dengan celah bibir dan langit-langit kembali dihadirkan melalui aksi nyata kolaborasi lintas pihak. Sebanyak 15 pasien dari Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan wilayah lainnya mendapatkan operasi gratis dalam kegiatan bakti sosial yang digelar di Auditorium Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB), Minggu (26/4/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan HUT ke-39 RSPB, yang melibatkan PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Wilayah Kalimantan Timur, serta Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia (PABMI).

Tak sekadar tindakan medis, rangkaian kegiatan dimulai dari proses skrining, pemeriksaan kesehatan awal, edukasi bagi orang tua pasien, hingga perawatan pascaoperasi. Seluruh layanan diberikan secara gratis dengan dukungan tenaga medis profesional dari berbagai bidang.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT PPN Kilang Balikpapan, Dodi Yapsenang, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Melalui kolaborasi bersama Rumah Sakit Pertamina Balikpapan, kami berharap program ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup para pasien dan keluarga, sekaligus menghadirkan senyum serta harapan baru bagi anak-anak Indonesia. Ini adalah bagian dari semangat Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perusahaan untuk terus hadir dan tumbuh bersama masyarakat.” kata Dodi.

Direktur RSPB, Muhammad Ahsan, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap pasien yang membutuhkan, khususnya anak-anak dengan kondisi bawaan.

“Alhamdulillah kita dapat melaksanakan kegiatan operasi celah bibir dan langit-langit ini. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan harapan baru bagi para pasien, terutama anak-anak, agar ke depannya mereka dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik dan percaya diri,” ujar Ahsan.

Ketua PDGI Wilayah Kalimantan Timur, Muhammad Husdiari, menilai kolaborasi ini menjadi langkah penting mengingat kasus celah bibir masih cukup tinggi.

“Kami sangat bangga dapat berkolaborasi dalam kegiatan ini. Dengan jumlah tenaga medis yang cukup banyak di Kalimantan Timur, kami berharap dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Kasus celah bibir masih cukup tinggi, sehingga kegiatan ini menjadi salah satu upaya penting dalam membantu anak-anak yang membutuhkan, tidak hanya dari sisi fisik tetapi juga psikologis,” jelasnya.

Dari sisi keilmuan, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat PABMI yang diwakili Syarifah Nova Amiza Zam menekankan pentingnya keberlanjutan program serupa, terutama untuk menjangkau wilayah terpencil.

“Kondisi celah bibir dan langit-langit masih menjadi persoalan yang memprihatinkan, terutama di daerah terpencil. Oleh karena itu, kami berharap kegiatan kolaboratif seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun untuk memberikan semangat dan harapan baru bagi para pasien,” ungkapnya.

Data dari Dinas Kesehatan Kaltim menunjukkan persoalan ini masih relevan. Dari sekitar 67 ribu kelahiran setiap tahun, terdapat sekitar 150 kasus celah bibir. Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, mengingatkan pentingnya pencegahan sejak masa kehamilan.

“Dari sekitar 67.000 lebih kelahiran setiap tahun di Provinsi Kalimantan Timur, terdapat kurang lebih 150 kasus celah bibir. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting. Selain itu, kami juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan selama kehamilan, termasuk menghindari rokok, guna meminimalkan risiko pada janin,” tutup Jaya.

Apresiasi juga datang dari Pemerintah Kota Balikpapan. Asisten III Bidang Administrasi Umum, Andi Sri Juliarty, menilai kegiatan ini memiliki dampak kemanusiaan yang besar.

“Kegiatan ini memiliki nilai kemanusiaan yang sangat tinggi. Kolaborasi berbagai pihak dalam membantu masyarakat patut diapresiasi, dan kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” tuturnya.

Melalui operasi ini, pasien tidak hanya mendapatkan perbaikan secara fisik, tetapi juga peluang untuk hidup lebih percaya diri, dengan fungsi makan dan berbicara yang lebih baik.