Pertamina Patra Niaga Gandeng Masyarakat dan Pemda, Rancang Program Pemberdayaan Berkelanjutan di PPU

METROPOLIS27 Dilihat

Metroikn, Penajam Paser Utara – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Kilang Balikpapan mulai menyusun arah program pemberdayaan masyarakat tahun 2026 dengan melibatkan langsung warga dan pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja (Renja) Program Community Involvement and Development (CID), Pertamina membuka ruang dialog bersama masyarakat di Kelurahan Saloloang, Kelurahan Lawe-Lawe, dan Desa Girimukti, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Forum tersebut menjadi wadah untuk memetakan kebutuhan, potensi, serta tantangan yang dihadapi masyarakat agar program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan ke depan benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT PPN Kilang Balikpapan, Dodi Yapsenang, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam menyusun program pemberdayaan yang memberikan manfaat jangka panjang.

“Melalui forum ini, kami ingin mendengarkan secara langsung aspirasi, kebutuhan, potensi, serta tantangan yang dihadapi masyarakat. Masukan yang disampaikan akan menjadi dasar dalam merumuskan program pemberdayaan yang lebih relevan dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan,” ujar Dodi.

FGD tersebut diikuti berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, perangkat desa dan kelurahan, kelompok tani, kader kesehatan, pengelola Program Kampung Iklim (Proklim), hingga perwakilan masyarakat.

Dalam pemaparannya, Pertamina menjelaskan bahwa penyusunan program dilakukan melalui pendekatan partisipatif berbasis social mapping guna memastikan setiap program sesuai dengan kondisi dan kebutuhan wilayah.

Sejumlah sektor menjadi fokus pengembangan, mulai dari kesehatan, pendidikan, lingkungan, ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga penguatan sarana dan prasarana umum.

Beberapa program unggulan yang akan terus dikembangkan antara lain Program Wasiat Dewi Shinta di bidang kesehatan masyarakat, Proklim Salingtari Lawe-Lawe untuk adaptasi perubahan iklim, Taka Hidroponik dan KENARI untuk ketahanan pangan, Pasir Emas Borneo untuk pengembangan pertanian hortikultura berkelanjutan, serta Rumah Berseri sebagai pusat pemberdayaan sosial dan ekonomi warga.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Rozihan Asward, mengapresiasi langkah Pertamina yang secara konsisten mendukung pengembangan masyarakat melalui program CSR.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan agenda ketahanan pangan nasional dan telah memberikan manfaat nyata bagi kelompok tani di wilayah sekitar operasional perusahaan.

“Selama hampir lima tahun, Pertamina telah banyak membantu kelompok tani, khususnya di sektor hortikultura. Ke depan kami berharap program ini juga dapat menyentuh sektor peternakan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan protein bagi keluarga yang berisiko stunting,” katanya.

Dalam sesi diskusi, berbagai usulan mengemuka, mulai dari penguatan kapasitas masyarakat, pengelolaan sampah, penghijauan lingkungan, dukungan pendidikan berbasis lingkungan, ketahanan pangan, hingga pembentukan desa tangguh bencana.

Melalui forum ini, Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah daerah guna menciptakan program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kualitas hidup, memperkuat kemandirian masyarakat, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Penajam Paser Utara.