Metroikn, Balikpapan – PT Freeport Indonesia kembali merebut gelar juara umum Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026. Kemenangan tersebut sekaligus mempertahankan piala bergilir yang sebelumnya juga mereka raih pada penyelenggaraan IMERC tahun lalu.
Freeport Indonesia menempati posisi pertama klasemen akhir IMERC 2026, disusul PT Berau Coal di posisi kedua dan PT Cipta Kridatama di peringkat ketiga.
Pengumuman juara dilakukan dalam penutupan IMERC 2026 di Ballroom Hotel Platinum Balikpapan, Minggu (9/8/2026), setelah 24 tim menyelesaikan rangkaian tantangan emergency response selama empat hari.
Tahun ini peserta diuji melalui delapan kategori yang dirancang untuk mengukur kemampuan rescuer menghadapi berbagai kondisi darurat, mulai dari kemampuan individu hingga penyelamatan korban dalam situasi ekstrem.
Freeport Indonesia tampil kuat di sejumlah kategori. Selain keluar sebagai juara umum, Freeport juga meraih posisi pertama pada Under Water Rescue & Recovery, Individual Skill, Road Crash Rescue, dan Structural Fire Fighting.
Pada Under Water Rescue & Recovery, Freeport berada di posisi pertama, disusul PT Berau Coal dan PT Kaltim Prima Coal. Penghargaan harapan masing-masing diraih PT Kideco Jaya Agung, PT Pama Persada dan PT Bukit Asam.
Di kategori Individual Skill, Freeport kembali berada di posisi teratas. Posisi kedua ditempati PT Kideco Jaya Agung dan posisi ketiga PT Kaltim Prima Coal. Sementara penghargaan harapan diraih PT Satria Bahana Sarana, PT Berau Coal dan Northern Star Resources.
Freeport juga menjadi pemenang Road Crash Rescue, mengungguli PT Petrosea Tbk dan PT Borneo Indobara. PT Indexim Coalindo, Northern Star Resources dan PT SIMS Jaya Kaltim masing-masing memperoleh penghargaan harapan.
Pada Structural Fire Fighting, Freeport kembali menjadi yang terbaik. PT Pama Persada Nusantara berada di posisi kedua dan PT Petrosea Tbk di posisi ketiga. Penghargaan harapan diberikan kepada PT Kaltim Prima Coal, PT Bukit Asam dan Northern Star Resources.
Sementara itu, Fire Fighter Combat Challenge dimenangkan PT Cipta Kridatama. PT Berau Coal berada di posisi kedua dan PT Multi Harapan Utama di posisi ketiga. PT Vale Indonesia, PT Kaltim Prima Coal dan PT Freeport Indonesia masing-masing meraih penghargaan harapan.
Di kategori Confined Space Rescue, PT Vale Indonesia keluar sebagai pemenang, disusul PT Sapta Indra Sejati dan Northern Star Resources. Penghargaan harapan diberikan kepada PT Bukit Asam, PT Berau Coal dan PT Kaltim Prima Coal.
Untuk Theory Test, PT Berau Coal berada di posisi pertama, PT Cipta Kridatama di posisi kedua dan PT Kideco Jaya Agung di posisi ketiga. PT Kaltim Prima Coal, PT Petrosea Tbk dan PT Sapta Indra Sejati meraih penghargaan harapan.
Kategori Vertical Rescue dimenangkan PT Berau Coal. Freeport Indonesia menempati posisi kedua dan PT Borneo Indobara posisi ketiga. Penghargaan harapan diraih PT Sapta Indra Sejati, PT Indexim Coalindo dan PT Hengjaya Mineralindo.
Selain penghargaan berdasarkan kategori, panitia juga memberikan sejumlah penghargaan khusus.
Best Team Spirit diberikan kepada PT Petrosea Tbk. Best Captain diraih PT Freeport Indonesia, sementara Best Medic juga diberikan kepada PT Freeport Indonesia.
Northern Star Resources meraih penghargaan Best SCBA, sedangkan Best Team Safety diberikan kepada PT Petrosea Tbk.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Dr. Ing. Tri Winarno, mengatakan pencapaian dalam IMERC tidak semata ditentukan oleh siapa yang menjadi juara.
Menurut dia, kompetisi tersebut merupakan proses untuk mengasah kemampuan teknis, memperkuat koordinasi, meningkatkan pengambilan keputusan dan membangun kepercayaan antarpersonel dalam tim tanggap darurat.
“Pada akhirnya keberhasilan sebuah tim tanggap darurat tidak hanya diukur dari capaian pada arena kompetisi, tetapi dari kesiapan dan kemampuan dalam menyelamatkan nyawa ketika keadaan darurat betul-betul terjadi,” ujar Tri Winarno.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada 24 tim perusahaan yang mengikuti IMERC 2026. Menurutnya, seluruh peserta menunjukkan kemampuan dan sportivitas selama mengikuti rangkaian tantangan.
“Bagi kami, kalian semua adalah pemenang sejati yang menunjukkan kemampuan dan sportivitas yang luar biasa,” katanya.
Pesan serupa disampaikan Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo. Ia mengatakan ukuran keberhasilan terbesar IMERC bukan sekadar menentukan tim terbaik, melainkan membentuk rescuer Indonesia yang semakin siap menghadapi keadaan darurat di lapangan.
“Kemenangan terbesar dari kegiatan ini bukan semata-mata siapa yang akan menjadi juara, tetapi bagaimana kita mampu membentuk rescuer Indonesia yang semakin kompeten, tangguh, profesional dan siap melaksanakan tugas di lapangan,” ujar Yudhi.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh peserta selama kompetisi dibawa kembali ke tempat tugas masing-masing untuk memperkuat kemampuan dan kesiapsiagaan.
“Nilai sejati dari seorang rescuer terletak pada kompetensi yang dimiliki, integritas yang dijaga, dan kehidupan yang mampu diselamatkan,” katanya.
Dengan berakhirnya seluruh kategori, Freeport Indonesia pun kembali membawa pulang piala bergilir IMERC untuk dua tahun berturut-turut.
Namun, kemenangan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran yang lebih besar. Sebab, setiap tantangan yang dihadapi peserta dirancang bukan hanya untuk menentukan peringkat, tetapi menguji kesiapan mereka ketika menghadapi keadaan darurat yang sesungguhnya.









