Ketimpangan Layanan Masih Terjadi, Kaltim Distribusikan 21 Dokter Spesialis

METROPOLIS21 Dilihat

Metroikn, Samarinda – Pemerataan layanan kesehatan di Kalimantan Timur masih menjadi pekerjaan besar. Di tengah kebutuhan yang belum sepenuhnya terpenuhi, Pemerintah Provinsi Kaltim mulai mempercepat langkah dengan mendistribusikan tenaga dokter spesialis ke berbagai daerah.

Hingga tahun 2026, sebanyak 21 dokter spesialis telah ditempatkan di sejumlah kabupaten dan kota. Program ini menjadi bagian dari upaya menutup kesenjangan layanan kesehatan, terutama di wilayah yang selama ini kekurangan tenaga medis.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menegaskan distribusi dilakukan berdasarkan kebutuhan riil dari masing-masing daerah, bukan sekadar pemerataan administratif.

“Dalam pelaksanaannya hingga akhir tahun, sekitar 21 dokter spesialis telah didistribusikan ke sejumlah kabupaten dan kota sesuai kebutuhan yang diajukan oleh masing-masing daerah,” ujarnya.

Sejumlah daerah dengan kebutuhan tinggi menjadi prioritas awal. Berau yang mengajukan tujuh dokter spesialis telah menerima enam tenaga medis. Kutai Timur mendapatkan tujuh dokter, sementara Mahakam Ulu dan Kutai Barat masing-masing memperoleh dua dokter. Kabupaten Paser disebut segera menyusul dalam waktu dekat.

Namun, langkah ini belum sepenuhnya menjawab kebutuhan di lapangan. Kekurangan dokter spesialis masih terjadi, terutama untuk layanan dasar seperti penyakit dalam, bedah, dan anak yang menjadi tulang punggung pelayanan rumah sakit.

“Distribusi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan layanan kesehatan di seluruh wilayah Kalimantan Timur dapat diakses secara lebih merata,” tegasnya.

Jaya menjelaskan, program ini tidak berjalan sendiri. Pemerintah kabupaten dan kota turut dilibatkan, mulai dari pembiayaan hingga pemberian insentif bagi tenaga medis yang bersedia ditempatkan di daerah. Kolaborasi ini menjadi kunci agar distribusi tidak berhenti di angka, tetapi benar-benar berdampak di lapangan.

Meski begitu, pemerintah memilih realistis. Pemenuhan kebutuhan dilakukan bertahap dengan fokus utama pada layanan dasar, sambil terus menambah jumlah dokter spesialis di tahun-tahun berikutnya.

“Saat ini kami memprioritaskan pemenuhan layanan dasar terlebih dahulu, dan ke depan jumlah tenaga spesialis akan terus ditingkatkan,” pungkasnya.

Dengan kebutuhan yang masih tinggi dan distribusi yang terus berjalan, langkah ini menjadi awal penting. Namun, tantangan sesungguhnya masih ada memastikan setiap daerah benar-benar memiliki akses layanan kesehatan yang setara.