Metroikn, Samarinda – Dunia politik Kalimantan Timur berduka. Anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Partai NasDem, Kamaruddin Ibrahim dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (15/5/2026) di Jakarta setelah menjalani perawatan akibat sakit yang dideritanya.
Kabar wafatnya legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) II Balikpapan itu dibenarkan Sekretaris DPW Partai NasDem Kaltim, Fatimah Asyari. Ia menyebut pihak keluarga masih menyiapkan proses pemulangan jenazah almarhum ke Balikpapan untuk disemayamkan.
Kamaruddin Ibrahim atau yang akrab disapa Haji Aco merupakan politisi kelahiran Balikpapan, 15 Desember 1971. Sebelum duduk di DPRD Kaltim periode 2024–2029, almarhum lebih dulu mengawali karier politiknya sebagai Anggota DPRD Kota Balikpapan periode 2019–2024.
Di Karang Paci, Kamaruddin dipercaya mengemban sejumlah posisi strategis, mulai dari Anggota Komisi IV, Anggota Badan Musyawarah (Banmus), hingga Wakil Sekretaris Fraksi gabungan PAN-NasDem.
Bagi Fatimah Asyari, almarhum dikenal sebagai sosok yang bertanggung jawab dan kooperatif, termasuk ketika menghadapi persoalan hukum yang sempat menjeratnya terkait kasus di lingkungan PT Telkom Indonesia.
Sebagai advokat yang mendampingi almarhum selama proses hukum berjalan, Fatimah mengaku melihat langsung sikap tanggung jawab Kamaruddin.
“Beliau sosok yang sangat bertanggung jawab. Pandangannya jauh ke depan. Selama saya menangani perkaranya, beliau mau mengambil tanggung jawab penuh untuk penyelesaian masalahnya. Beliau tidak mau menyusahkan orang lain,” kenangnya.
Fatimah juga mengungkapkan kondisi kesehatan Kamaruddin memang mengalami penurunan setelah menjalani pengobatan kemoterapi.
“Terakhir ketemu sudah lumayan baik kondisinya. Tapi memang setelah kemo, fisik jadi menurun dan rentan sakit,” ujarnya.
Sebelum wafat, Kamaruddin diketahui tengah menjalani proses Pergantian Antar Waktu (PAW) setelah menerima vonis hukum pada April 2026 lalu.
Namun menurut Fatimah, almarhum menerima proses tersebut dengan sikap legowo demi menjaga stabilitas partai.
“Beliau tidak melakukan perlawanan soal PAW. Beliau ingin semuanya dipermudah demi kebaikan partai ke depan. Orangnya tidak mau repot dan sangat loyal,” tegasnya.
Kepergian Haji Aco menjadi kehilangan mendalam bagi Partai NasDem maupun masyarakat Balikpapan. Selain dikenal sebagai politisi, almarhum juga dikenal memiliki latar belakang pengusaha dan pribadi yang bersahaja dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.









